Sukses

Kejang pada Bayi
09 Oct 2018, 14:29 WIB
Wanita, 29 tahun.

Selamat malam dok. Saya ibu bayi laki-laki 4,5 bulan. 9 September bayi saya dinyatakan typus dari hasil tes. Alhamdulillah obat habis tidak ada gejala panas, muntah & diare jadi tidak dirujuk ke RS oleh DSA nya. 25 sep imunisasi bulan ke 4, panas (suhu kurang dari 38) naik turun suhunya sekitar 26 jam dan akhirnya balik suhu normal. Hari ke 2 sampai ke 4 ceria. Mulai rewel setelah itu susah nenen & asip. Susah tidur. Skitar 2atau 3 hari yang lalu saya liat kalau bangun tidur badannya kaku, mata bagian hitam ke atas, tangan & kaki dinaikkan & muka merah dalam beberapa detik. Kalau dipanggil & dielus, bisa normal lagi. Ini berulang beberapa kali. Hari ini jam 2 pagi, seperti itu tapi lemas, pucat & agak lama. Paginya saya ke DSA, disuruh tes EEG. Ini sedang mencari RS untuk EEG. Mohon bantuannya untuk mengatasi kondisi ini, saya harus bagaimana? Terima kasih

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Sebelumnya kami perlu informasi, apakah saat kejang tersebut anak Anda sedang mengalami demam?Apakah ada keluarga dengan riwayat kejang atau epilepsi?

Ijinkan kami berbagi informasi kepada Anda seputar kejang pada anak. Kejang pada anak bermacam penyebabnya, di antaranya adalah demam, epilepsi, trauma pada otak, pengobatan tertentu, kelainan metabolik, dsb. Bila kejang terjadi pada saat anak mengalami panas tinggi maka disebut dengan kejang demam. Yang perlu diketahui adalah ketika anak Anda mengalami kejang, apakah kejang terjadi hanya di beberapa bagian tubuh atau kah seluruh tubuh? Berapa lama kejang berlangsung? 

Kejang demam ialah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal >38°C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranial. Kejang demam adalah suatu kejadian pada bayi atau anak, biasanya terjadi antara umur 6 bulan - 5 tahun. Anak yang pernah mengalami kejang tanpa demam, kemudian kejang demam kembali tidak termasuk dalam kejang demam.

Penyebab kejang paling banyak pada anak usia di bawah 3 tahun adalah kejang demam. Kejang dapat menyebabkan gangguan pada otak mulai dari gangguan nutrisi ke otak, gangguan suplai oksigen ke otak, dan sebagainya. Bila terdapat gangguan yang cukup berarti pada otak maka dapat timbul gangguan mulai dari gangguan tumbuh dan kembang anak, gangguan perilaku, gangguan belajar, cacat fisik, cacat mental, hingga kematian.

Kejang yang tidak disertai demam dapat disebabkan oleh epilepsi. Untuk memastikan diagnosis epilepsi perlu dilakukan pemeriksaan EEG untuk menilai apakah terdapat fokus epilepsi pada anak Anda. Pemeriksaan EEG tersebut perlu dilakukan ketika anak Anda sedang tidak mengalami demam.

Gangguan otak akibat kejang apabila mengenai area otak yang mengatur fungsi motorik dapat mengakibatkan cerebral palsy. Cerebral palsymerupakan sebuah istilah yang digunakan untukmenggambarkan kumpulan kelainan yang memengaruhipergerakan tubuh, keseimbangan, dan postur. Cerebralpalsy dapat juga diartikan sebagai kelumpuhan padaotak (brain paralysis). Penyebabnya antara lain adalahperkembangan abnormal atau kerusakan pada satuatau lebih bagian otak yang mengendalikan tonus ototdan aktivitas motorik (pergerakan)-dalam hal inipenyebabnya termasuk kejang yang disebabkan olehinfeksi dalam otak, atau benturan keras pada kepalaanak.

Umumnya anak dengan cerebral palsy akan lambat mencapai tahapan perkembangan sesuai usianya seperti merangkak, duduk, berjalan, bahkan untuk gerakan sederhana sekalipun. Juga dapat disertaiberbagai masalah lain seperti keterbelakangan mental,masalah pernapasan, masalah kemih dan pencernaan,makan, dsb.

Bagaimanapun, yang dapat menentukan ataumenjelaskan kondisi anak Ibu maupun kemungkinan perkembangan saat ini adalah dokter anak yang menanganinya. Kami sarankan sebaiknya Ibumenjalani dulu rekomendasi dari dokter spesialis anak ibu untuk memeriksakan EEG, karena pemeriksaan ini penting untuk mengetahui apakah penyebab kejangnya adalah akibat kelainan pada otak. 

Kami benar-benar berharap tidak ada kondisi yang serius terjadi pada bayi Anda, dan kondisinya segera pulih sempurna.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar