Sukses

Penyebab BAB atau Feses Kehitaman

07 Oct 2018, 05:53 WIB
Wanita, 13 tahun.

Siang dok...seminggu ini sya sring lemes,mual,gk bsa BAB,,,lalu sya priksakan ktany pncrnaan sya ada yg keganggu yaitu bagian usus dan lambung....sya bingungny knp BAB sya macet dok...??trs kmrin pas lgi BAB tinjanya yg keluar hitam banget trs keras sprti batu,stlh kluar itu langsung BAB nya jdi encer+ada cairan putihnya,,,tapi masih hitam jga...prut sya suka sakit,trs perut trasa mau pecahh...itu sya hrs gmna dok??

Terimakasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda terkait feses yang kehitaman.

Feses yang kehitaman seperti warna kopi merupakan tanda dari adanya perdarahan saluran cerna bagian atas. Perdarahan saluran cerna bagian atas paling sering disebabkan karena ulkus peptikum (luka/tukak pada lambung atau usus 12 jari) dan varises esofagus (kerongkongan) yang pecah. Pada varises esofagus, perdarahan yang terjadi biasanya merupakan komplikasi dari penyakit lain seperti sirosis hepatik (tahap lanjut hepatitis kronis). Pembahasan berikut kami tujukan untuk ulkus peptikum.

Ulkus peptikum merupakan luka pada dinding lambung dan/atau pada bagian atas usus halus (usus 12 jari). Secara awam, kondisi ini disebut dengan penyakit mag. Pada kondisi yang parah, penyakit mag dapat menyebabkan perdarahan lambung. Darah yang bereaksi dengan asam lambung (HCl) akan nampak kehitaman pada feses. Ketika dimuntahkan pun berwarna hitam.

Ulkus peptikum terdiri dari 2 macam, yaitu ulkus lambung (pada dinding lambung), dan ulkus duodenum (pada bagian atas usus 12 jari).

Jika sudah sampai terjadi ulkus, biasanya disebabkan infeksi bakteri Helicobacter pylori atau penggunaan obat-obatan antinyeri seperti aspirin, ibuprofen dan sejenisnya dalam waktu lama. Stress dan makanan pedas, kafein, dan asam, serta alkohol dan rokok tidak menyebabkan luka pada lambung namun membuat gejala semakin buruk.

Perdarahan yang terjadi merupakan tanda penyakit ini sudah lanjut. Sedangkan gejala awalnya ialah nyeri ulu hati atau rasa terbakar/panas di ulu hati yang naik ke dada, sering merasa begah, perut terasa penuh atau cepat kenyang, perut kembung atau sering bersendawa, rasa tidak nyaman pada perut ketika mengkonsumsi makanan berlemak, dan mual.

Jika sudah sampai terjadi perdarahan, bisa terjadi anemia atau kekurangan darah yang ditandai dengan sering merasa lemas, lesu dan sulit konsentrasi.

Untuk mengobatinya perlu dilakukan terlebih dulu beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan darah, pemeriksaan terhadap bakteri H. pylori, maupun endoskopi. Pengobatannya mencakup pemberian antibiotik dan obat-obatan untuk melapisi dinding lambung serta untuk mengurangi produksi asam lambung.

Selain itu, perubahan gaya hidup juga harus dilakukan, seperti makan 5-6x sehari dengan prinsip small frequent feeding (pors kecil namun sering), serta membatasi makanan yang tinggi asam, pedas, dan berlemak. Bila pekerjaan Anda menimbulkan stress yang cukup besar, perlu relaksasi dana manajemen pengelolaan stress yang benar

Saran kami, bila keluhan ini sudah terjadi lebih dari 1 minggu sebaiknya segera konsultasikan diri kepada dokter penyakit dalam yang ahli saluran cerna (SpPD-KGEH).

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat. (FA)

    0 Komentar

    Belum ada komentar