Sukses

Batuk Berdahak Kronis

07 Oct 2018, 05:50 WIB
Pria, 22 tahun.

Assalamu'alaikum, Dokter. Bagaimana cara mengobati batuk berdahak yang sudah hampir satu bulan tidak kunjung sembuh? dan pasti kalau batuk terasa sakit di dada dan perut?

Terimakasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter.

Dari penjelasan Anda, batuk yang sudah dialami lebih dari 2 minggu disebut dengan batuk kronis. Penyebabnya beragam, yang paling sering yakni:

  1. Iritasi saluran nafas setelah batuk pilek biasa (common cold)/flu. Sebagian besar gejala flu akan menghilang dalam waktu beberapa hari. Namun, batuk dapat bertahan hingga beberapa minggu sebab virus penyebab flu membuat saluran nafas Anda membengkak dan hipersensitif. Pembengkakan dan hipersensitivitas saluran nafas ini dapat berlangsung lama bahkan setelah virusnya menghilang.
  2. Stress yang bersifat kronik dapat membuat flu berlangsung lama. Salah satu cara untuk menguranginya adalah dengan memiliki waktu tidur yang cukup, yaitu 7-8 jam dalam semalam.
  3. Terdapat kondisi medis yang mendasari seperti alergi dan asma. Refluks asam lambung (naiknya asam lambung dari lambung ke kerongkongan) dan henti nafas saat tidur (obstructive sleep apnea/OSA) juga dapat menyebabkan batuk kronik. Kondisi-kondisi ini dapat diatasi, karena itu segera hubungi dokter apabila terdapat gejala refluks asam lambung seperti sering bersendawa, rasa terbakar/panas di dada, batuk, dan regurgitasi. Juga kunjungi dokter apabila memiliki gejala OSA, seperti insomnia, mengorok, sering terbangun di malam hari, sering terasa seperti tercekik di malam hari, sering mengantuk di siang hari.
  4. Kurang minum. Air putih, jus, dan kuah sup dapat mengencerkan lendir dahak dalam saluran nafas sehingga mudah dikeluarkan. Alkohol dan minuman berkafein dapat membuat Anda semakin kehilangan cairan (dehidrasi). Hal lain untuk melembabkan saluran nafas Anda adalah dengan menggunakan semprot hidung yang berisi larutan garam atau humidifier (pelembab ruangan).
  5. Penggunaan berlebihan semprot hidung yang mengandung dekongestan. Obat ini mengurangi keluhan hidung tersumbat. Namun, bila digunakan lebih dari 3 hari dan kemudian berhenti, gejala akan semakin memburuk (disebut dengan efek rebound). Sumbatan semakin memburuk, terjadi postnasal drip (mengalirnya lendir hidung ke tenggorokan) sehingga batuk.
  6. Udara yang terlalu kering atau terlalu lembab dapat memicu batuk.
  7. Infeksi bakteri sekunder setelah episode flu yang menyebabkan bronkitis dan pneumonia. Apabila Anda mengalami demam atau sakit tenggorokan yang disertai batuk berkepanjangan, mungkin saja ada infeksi bakteri yang mendasari.
  8. Efek samping obat darah tinggi. Obat darah tinggi golongan ACE Inhibitor dapat menyebabkan batuk kronik. 

Untuk saat ini, sebaiknya kunjungi dokter untuk pemeriksaan menyeluruh terhadap batuk Anda. Pemeriksaan darah, dahak, serta rontgen dapat dilakukan untuk menentukan penyebab batuk yang sesungguhnya. Ini penting agar Anda mendapatkan pengobatan yang tepat, juga untuk mencegah komplikasi akibat penyakit yang mendasarinya.

Berikut kami sertakan beberapa artikel yang dapat menambah informasi Anda:

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat. (FA)

    0 Komentar

    Belum ada komentar