Sukses

Nyeri Ulu Hati

05 Oct 2018, 11:49 WIB
Wanita, 21 tahun.

Dok saya ingin bertanya. Saya punya riwayat maag nah tadi setelah makan sekitar 15/20 menit kemudian perut saya sakit bagian ulu hati, lalu perut terasa panas. Saya diamkan dan hilang beberapa saat kemudian, setelah itu saya melakukan senam aerobik setiap malam tetapi setelah senam tibatiba perut saya sakit lagi di bagian ulu hati dan perut rasa nya panas tetapi di tambah sakit perut bagian bawah padahal saya sudah menstruasi bulan ini. Kenapa bisa sakit perut bagian bawah ya dok? Dan kenapa setelah makan ulu hati saya sakit lalu perut terasa panas? Mohon di jawab dok, terima kasih.

Terimakasih sudah bertanya seputar masalah nyeri ulu hati melalui fitur Tanya Dokter dari Klikdokter.com

Kami memahami kekhawatiran Anda mengenai nyeri ulu hati yang dialami. Dari gejala yang Anda alami bisa jadi ke arah tukak lambung. Tukak lambung atau usus atau dalam dunia kedokteran disebut dengan ulkus peptikum. Ulkus peptikum adalah perlukaan terbuka pada lapisan lambung atau usus dua belas jari (duodenum). Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan ulkus peptikum, diantaranya adalah merokok, stres, faktor genetik, dan dapat disebabkan oleh bakteri (misalnya Helicobacter pylori) atau obat-obatan yang menyebabkan melemahnya lapisan lendir pelindung lambung dan duodenum sehingga asam lambung bisa menembus lapisan di bawahnya.

Berikut terdapat tips untuk mencegah tukak lambung :

  1. Perhatikan pola makan. Hendaknya makan dalam porsi yang cukup dan teratur. Hindari makanan yang bersifat iritatif terhadap lambung seperti makanan yang pedas, asam, berminyak, atau berlemak.
  2. Hindarkan mengonsumsi alkohol. Alkohol dapat menyebabkan penipisan dinding lambung sehingga dapat menimbulkan peradangan dan perdarahan lambung.
  3. Hindari merokok. Merokok dapat menimbulkan gangguan pada kerja lapisan pelindung lambung dan juga meningkatkan produksi asam lambung.
  4. Olahraga teratur.
  5. Ganti obat penghilang rasa nyeri. Hindarkan penggunaan obat yang tergolong anti inflamasi non steroid karena dapat memperparah peradangan yang ada.

Kami menyarankan Anda untuk melakukan konsultasi langsung dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk penanganan lebih lanjut pada keluhan Anda. Demikian informasi yang bisa diberikan, semoga bermanfaat. Salam sehat

0 Komentar

Belum ada komentar