Sukses

Tinggi Badan Berkurang?

05 Oct 2018, 06:01 WIB
Wanita, 19 tahun.

Dok, saya mahasiswi semester 3. Pas awal masuk kuliah tinggi saya itu 158 cm terus pas kemarin saya ukur tinggi saya 155 cm, kenapa bisa turun drastis gitu ya dok? Terus sekarang umur saya 19 tahun, apa saya masih bisa tambah tinggi dok?

Terimakasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter.

Tinggi badan seseorang sangat jarang berkurang signifikan kecuali pada mereka yang sudah lanjut usia. Ini dikarena tulang belakang sudah mulai pengapuran sehingga rongga antar tulang belakang menyempit dan postur membungkuk.

Pada kasus Anda, tinggi badan yang berkurang bisa karena salah pengukuran. Jadi sebaiknya, ukur satu kali lagi di tempat yang berbeda namun memiliki cara pengukuran yang tepat. Salah menempatkan alat pengukur tinggi badan bisa menyebabkan kesalahan ini.

Tinggi badan dipengaruhi oleh beberapa hal seperti genetik (keturunan), kecukupan gizi, dan stimulasi lingkungan.

Penambahan tinggi badan dapat dilakukan selama lempeng pertumbuhan yang terdapat di tulang panjang masih terbuka. Lempeng tersebut terbuka pada saat pubertas dan akan menutup pada usia 14-15 tahun pada remaja wanita. Jadi, karena Anda wanita berusia 19 tahun, maka sudah tidak dapat bertambah tinggi lagi.

Faktor genetik yang berperan yaitu tinggi badan ayah dan ibu. Anda dapat memperkirakan potensi genetik tinggi Anda melalui rumus ini:

  • Anak laki-laki= (Tinggi Ibu + 13) + Tinggi Ayah (dalam cm) dibagi 2 ± 8,5 cm

  • Anak perempuan = (Tinggi Ayah - 13) + Tinggi Ibu (dalam cm) dibagi 2 ± 8,5 cm

Faktor genetik tidak bisa diubah tetapi bisa dioptimalkan, agar tinggi badan berada di batas atas potensi genetik Anda. Cara mengoptimalkannya yaitu dengan konsumsi gizi yang cukup dan seimbang serta stimulasi lingkungan seperti berolahraga.

Gizi yang paling utama untuk pertambahan panjang tulang dan menunjang pertumbuhan yang optimal yaitu protein, kalsium, vitamin D, dan fosfor. Kandungan gizi ini bisa didapat dari sumber protein hewani seperti daging merah, ayam, ikan, seafood, dan putih telur. Bisa juga dari sumber protein nabati seperti tahu tempe dan kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang panjang, kacang merah, kacang hijau, lentil, dan yang lainya. Bila gizi Anda bisa dicukupkan melalui makanan-makanan ini, Anda tidak memerlukan suplemen.

Stimulasi dari lingkungan seperti olahraga juga diperlukan agar tulang 'terpicu' untuk tumbuh. Anda dianjurkan untuk melakukan olahraga yang memberikan beban pada tulang panjang kaki, misalnya atletik, lari santai, lompat tali (skipping), basket, badminton dan olahraga lain yang sejenis. Dengan cara tersebut, tulang dirangsang tumbuh sedikit lagi karena hentakan berat badan. Olahraga seperti renang pun bisa menambah tinggi badan seseorang.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (FA)

    0 Komentar

    Belum ada komentar