Sukses

Terapi TB Anak

05 Oct 2018, 05:33 WIB
Wanita, 22 tahun.

Dok anak saya 3 thn 2 bln,, kemaren cek lab sama rontgen paru kata dsa di rumah sakit, anakku kena tbc, sekarang sudah 4 hari minum obat tb, dok apakah diagnosis tb anak cukup rontgen dan lab darah lengkap dok?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB yaitu Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar kuman TB menyerang paru, namun dapat juga mengenai organ tubuh lainnya.

Penularan kuman TB dapat terjadi pada usia berapapun. Kuman ini menular secara droplet (lewat udara) melalui lendir saluran pernapasan/dahak saat bersin atau batuk. Anak atau bayi dapat tertular kuman TB oleh orang pasien TB dewasa aktif karena pada umumnya TB pada bayi atau anak tidak menular kepada anak lain.

Pasien TB anak dapat ditemukan melalui dua pendekatan utama, yaitu investigasi terhadap anak yang kontak erat dengan pasien TB dewasa aktif dan menular, serta anak yang datang ke pelayanan kesehatan dengan gejala dan anda klinis yang mengarah ke TB. Gejala klinis TB pada anak tidak khas, karena gejala serupa juga dapat disebabkan oleh berbagai penyakit selain TB.

Gejala umum TB pada anak :

Nafsu makan tidak ada (anoreksia) atau berkurang, disertai gagal tumbuh (failure to thrive).Masalah Berat Badan (BB)

BB turun selama 2-3 bulan berturut-turut tanpa sebab yang jelas, ATAU BB tidak naik dalam 1 bulan setelah diberikan upaya perbaikan gizi yang baik ATAU BB tidak naik dengan adekuat.Demam lama (≥2 minggu) dan atau berulang tanpa sebab yang jelas (bukan demam tifoid, infeksi saluran kemih, malaria, dan lain lain). Demam yang umumnya tidak tinggi (subfebris) dan dapat disertai keringat malam.

Lesu atau malaise, anak kurang aktif bermain. Batuk lama atau persisten ≥3 minggu, batuk bersifat non-remitting (tidak pernah reda atau intensitas semakin lama semakin parah) dan penyebab batuk lain telah disingkirkan;

Keringat malam dapat terjadi, namun keringat malam saja apabila tidak disertai dengan gejala-gejala umum lain bukan merupakan gejala spesifik TB pada anak.

Memang untuk mendiagnosis TB pada bayi atau anak cukup sulit, mengingat gejalanya yang tidak spesifik. Saat ini para dokter menggunakan sitem skoring untuk mendeteksi seorang anak terkena penyakit TB. Penilaian skoring TB anak di Indoonesia adalah sebagaimana yang terdapat pada tabel berikut :

Dalam skoring tersebut nilai tertinggi bila didapatkan hasil uji tes mantoux positif ((≥10mm, atau ≥5mm pada keadaan imunokompromais/sistem imun rendah) dan adanya riwayat kontak dengan orang dewasa penderita TB aktif dan menular. Jika total hasil skoring lebih dari 6, maka Anak harus diterapi sebagai penderita TB.

Namun demikian, jika anak yang kontak dengan pasien BTA positif dan uji tuberkulinnya positif namun tidak didapatkan gejala, maka anak cukup diberikan profilaksis atau terapi pencegahan terutama anak balita. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesiali Anak terdekat, agar dapat mengetahui kondisi dan solusi untuk anak Anda.

Demikian informasi yang dapat Kami sampaikan. Semoga informasi ini bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar