Sukses

Anak Disentri

02 Oct 2018, 23:45 WIB
Wanita, 25 tahun.

Dok ,saya mau tanya ,anak saya kalau bab 3 sampai 4 hari dalam seminggu. Fasesny keras.dan kluar darah yang menetes2. Dissertai mnangis hebat. Anak saya sakit pa dok. Sya periksa kedoktr kata ny disentri amuba.apa itu bnar? Dan bgaimana pemyembuhannya dok

Terima kasih telah bertanya seputar Anak Disentri menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.com

Disentri merupakan diare yang disertai darah atau lendir akibat adanya peradangan atau infeksi pada usus. Penyakit ini paling banyak ditemukan di negara tropis, subtropis, dan negara berkembang.

Ada dua jenis disentri, yaitu:

  1. Disenti basiler, disebabkan oleh bakteri shigella
  2. Disentri amoeba, disebabkan oleh Enteromoeba histolyca

Disentri dapat menimbulkan komplikasi berupa gangguan kesehatan lain hingga menyebabkan kematian. Beberapa komplikasi yang bisa terjadi antara lain:

  • Dehidrasi. Penderita disentri dapat mengalami dehidrasi akibat kekurangan cairan karena diare dan muntah-muntah.
  • Abses hati. Parasit amoeba yang menyebar ke hati bisa mengakibatkan terjadinya abses hati atau infeksi pada organ hati akibat bakteri, parasite tau jamur.Disentri akibat amoeba lebih berbahaya karena dapat menyebabkan komplikasi berupa infeksi hati (kantong nanah pada hati), abses otak, intususepsi (usus terselip ke bagian lain dari usus), dan peritonitis (peradangan pada lapisan penutup perut).

Penyebab

Disentri paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri Shigella (disentri basiler) atau Entamoeba hystolitica (disentri amoeba). Namun bisa juga disebabkan oleh bakteri Echerichia coli, Salmonella, Clostridium difficile, dan Campylobacter jejuni.

Faktor risiko utama penyakit ini adalah kebersihan dan sanitasi yang buruk. Selain itu juga bisa akibat makanan yang terkontaminasi bakteri tersebut.

Gejala

Beberapa tanda-tanda disentri yang dapat dikenali antara lain:

  • Diare berdarah
  • Nyeri perut
  • Mual
  • Muntah
  • Demam

Pengobatan

Dalam penanganan disentri, pemberian antibiotik mungkin tidak diperlukan untuk mengatasi gejala ringan. Namun jika gejalanya bersifat sedang sampai berat, maka diperlukan antibiotik yang sesuai dengan bakteri penyebabnya. Selain itu bisa ditambah obat-obatan untuk mengurangi gejala diare. Jika sudah muncul tanda dehidrasi, maka diperlukan asupan cairan dengan oralit atau infus.

Pencegahan

Untuk mencegah disentri, yang perlu dilakukan adalah:

  • Minum air yang bersih dan sudah dimasak.
  • Rajin mencuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah makan, serta sesudah menggunakan toilet.
  • Cuci sayuran atau buah-buahan sebelum dikonsumsi dengan air mengalir.

Demikian informasi seputar Anak Disentri yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

1 Komentar