Sukses

Demam Berdarah Dengue

01 Oct 2018, 09:34 WIB
Wanita, 18 tahun.

Nama saya fije,minta penjelasan dok sebelumnya mohon maaf Apakah ada penyakit DBD stadium 4?apakah benar cara mengatasi nya dengan menghilangkan keprawanan wanita atau gimana ??terima kasih

Terimakasih sudah bertanya seputar Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui fitur Tanya Dokter dari Klikdokter.com

DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegipty atau Aedes albopictus berkelamin betina. Nyamuk berkaki belang-belang putih ini menggigit manusia di siang hari. Virus dengue terdiri dari empat jenis (strain), yakni dengue tipe 1,2,3, dan 4. Namun tipe yang dominan di Indonesia adalah tipe 3.

Penyakit DBD sampai sekarang memang tidak terduga. Secara umum penyakit ini memiliki ciri seperti panas tinggi, pusing, bahkan muntah darah. Namun sayangnya, gejala yang sama sering ditemukan pada penyakit lain. Akibatnya, sampai sekarang sering terjadi salah diagnosis. Oleh sebab itu, Anda harus lebih waspada dan mengenali gejala lainnya.

GEJALA:

  • Demam tinggi mendadak
  • Sakit kepala berat, terutama di bagian dahi
  • Nyeri pada tubuh dan sendi
  • Mual atau muntah
  • Muka kemerahan
  • Pemeriksaan laboratorium menunjukkan leukosit dan trombosit turun (kurang dari 100 ribu) dan terjadi peningkatan hematokrit (kekentalan darah)

Derajat penyakit DBD diklasifikasikan dalam 4 derajat (pada setiap derajat sudah ditemukan trombositopenia dan hemokonsentrasi)

  1. Derajat I Demam disertai gejala tidak khas dan satu-satunya manifestasi perdarahan ialah uji bendung.
  2. Derajat II Seperti derajat I, disertai perdarahan spontan di kulit dan atau perdarahan lain.
  3. Derajat III Didapatkan kegagalan sirkulasi, yaitu nadi cepat dan lambat, tekanan nadi menurun atau hipotensi, sianosis atau biru di sekitar mulut, kulit dingin dan lembap dan tampak gelisah.
  4. Derajat IV Syok berat (profound shock), nadi tidak dapat diraba dan tekanan darah tidak terukur.

Seseorang yang sudah mengalami DBD derajat IV biasanya harus menjalani terapi yang intensif dan agresif, dibutuhkan pemantauan ketat. Tidak dibenarkan ada pengobatan DBD lain selain dengan pemberian terapi cairan yang sudah di perhitungkan dosisnya dan jika perlu dilakukan transfusi darah. 

Demikian informasi yang dapat diberikan mengenai DBD, semoga bermanfaat. Salam sehat

0 Komentar

Belum ada komentar