Sukses

Bangkitan Kejang dan Epilepsi

01 Oct 2018, 09:34 WIB
Wanita, 29 tahun.

Pagi dok,.. Bulan juli 2018 adik saya saat tidur tiba tiba mengalami kejang kejang dok tanpa di sertai demam kemudian saya cek di sebuah rumah sakit hasil EEG nya normal dan tanggal 17 september 2018 adik saya kejang lagi dok saat tidur belum saya cek lagi... Dan tanggal 30 september 2018 saat tidur juga adij saya mimisan lumayan banyak darah yg keluar.... Mohon penjelasan nya dok kira kira adik saya kenapa ya?? Apa itu epilepsi atau ada penyakit lain dok?? Trma kasih dok

Terimakasih sudah bertanya seputar kejang dan epilepsi melalui fitur Tanya Dokter dari Klikdokter.com

Kami memahami kekhawatiran Anda mengenai kejang yang dialami oleh adik Anda. Berapakah usia adik Anda saat ini? Apakah sebelumnya adik Anda pernah mengalami kejang saat masih kecil? Apakah di keluarga ada yang memiliki riwayat kejang? Bagaimana bentuk kejangnya? Apakah ada trauma di kepala misalnya terjatuh sebelum terjadi kejang?  Semua ini harus di evaluasi lebih lanjut meskipun hasil EEG sudah dinyatakan normal dan tidak ada gangguan.

Kami akan menjelaskan sedikit mengenai epilepsi. Epilepsi adalah sebuah gangguan saraf kronik yang ditandai oleh kejadian kejang berulang akibat gangguan aktivitas listrik di otak. Setiap kondisi yang menyebabkan gangguan pola normal aktivitas saraf dapat menyebabkan kejang. Epilepsi dapat timbul dari perkembangan sel saraf yang tidak normal, ketidakseimbangan senyawa kimia dalam otak, atau kombinasi keduanya. Namun tidak semua kejang dapat dikatakan sebagai epilepsi. Diagnosis epilepsi baru ditegakkan setelah dilakukan wawancara medis lengkap dan pemeriksaan EEG.

Menurut ILAE (International League Against Epilepsy), seseorang dikatakan epilepsi apabila terdapat 2 kali kejang tanpa provokasi/pemicu dengan jarak waktu antar bangkitan kejang pertama dan kedua lebih dari 24 jam. Pemeriksaan elektroensefalografi (EEG) bertujuan untuk melihat fokus kejang berasal dari otak sebelah mana (kanan/kiri, bagian depan/samping/belakang) , adakah penyebaran kejang ke daerah lain di otak serta untuk melihat jenis epilepsi. Semuanya bermanfaat untuk menentukan obat antiepilepsi yang akan diberikan, jenis epilepsi, dan menentukan prognosis (perjalanan penyakit epilepsi itu sendiri) di kemudian hari. 

Untuk mengetahui secara pasti, apakah benar adik Anda memiliki epilepsi atau tidak lebih baik segera konsultasi kepada dokter spesialis anak dan saraf untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut sehingga mendapatkan obat yang sesuai. 

Demikian informasi yang bisa diberikan, semoga bermanfaat. Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar