Sukses

Pertanyaan - #263116

30 Sep 2018, 07:24 WIB
Wanita, 34 tahun.

Siang dok,,,saat ini sya sedang hamil 4 bulan dan sya sering kram diperut bagian bawah kanan atw kiri. Itu knpa ya dok?? Brbahaya atw tidak utk bayi sya? Trakhir sya melahirkan 6 tahun yg lalu sc,,apakah krna bekas sc itukah kehamilan sya ini skrg begni (srng kram dibawah perut bagian kanan/kiri)???

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan Klikdokter.

Perut yang terasa kencang terjadi karena adanya kontraksi pada rahim. Ada 2 jenis kontraksi yang dapat terjadi pada masa kehamilan, false labour yang disebut dengan kontraksi Braxton Hicks dan true labour yang terasa ketika mendekati persalinan. 

Bagaimana membedakan keduanya? Tentunya dengan mengenali karakteristik dari tiap jenis kontraksi. Pada Braxton Hicks, kontraksi terasa hilang timbul, jarak antara dua kontraksi tidak menjadi semakin dekat, tidak meningkat bila berjalan, tidak memanjang, dan tidak semakin menguat . Kontraksi ini umumnya mulai terasa saat trimester ke-2 ( minggu 13 s/d 25 kehamilan) dan semakin sering pada trimester ke-3 (minggu ke-26 s/d 40 kehamilan). Kontraksi ini seringkali membuat ibu hamil merasa bahwa persalinan segera dimulai. Namun, sesuai namanya false labour, kontraksi ini bukanlah kontraksi yang dirasa saat mendekati persalinan.   

Sedangkan pada true labour, kontraksi terjadi dalam interval yang teratur, berlangsung hingga 30-70 detik, dan jarak antar dua kontraksi semakin dekat. Kontraksi juga terus berlangsung tidak berhenti meskipun merubah posisi, semakin menguat, dan awalnya terasa pada bagian punggung kemudian menjalar ke arah perut.

Perhatikan selalu gerakan janin Anda apakah sama dari hari ke hari dan periksakan segera bila Anda merasakan gerakan bayi Anda berkurang. Lalu, bagaimana cara mengurangi rasa tidak nyaman pada Braxton Hicks? Beberapa wanita merasa lebih nyaman dengan mandi air hangat dan selalu menjaga hidrasi tubuh dengan minum cukup air. 

Bila Anda merasa cemas dan merasakan gejala lain selain yang kami sebutkan, sebaiknya berkonsultasilah langsung dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar