Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

Verifikasi UmurStop Disini

Pertanyaan - #263104

30 Sep 2018, 07:23 WIB
Wanita, 26 tahun.

Dok sya mw tnya jika anak berusia 4 tahun 2 bulan di sodomi oleh anak berusia 6 tahun apakah masih perawan atau tidak? Terimah kasih

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kami menghargai kepercayaan Anda untuk menceritakan kasus ini dengan tim Klikdokter. Tindakan yang terjadi pada anak Anda, jika sesuai dengan apa yang diceritakan, maka termasuk ke dalam pelecehan seksual pada anak. Izinkan kami menjelaskan tentang pelecehan seksual pada anak.

Apa saja yang bisa disebut sebagai pelecehan seksual? Pelecehan seksual merupakan tindakan-tindakan yang ada unsur menyentuh/meraba dan tidak untuk tujuan kepuasan seksual pelaku.

  • Beberapa contoh tindakan pelecehan seksual yang ada unsur perabaan/menyentuh pada anak adalah :
  • Meraba bagian kemaluan anak atau bagian intim lain untuk kepuasan seksual
  • Menyuruh anak meraba bagian kemaluan orang lain, bermain kegiatan seksual atau melakukan hubungan seksual dengan cara memasukkan tangan/lidah/penis atau barang-barang ke dalam vagina, ke dalam mulut atau anus untuk kepuasaan seksual.

Beberapa contoh tindakan pelecehan seksual yang tidak ada unsur perabaan/menyentuh pada anak adalah :

  • Memperlihatkan film porno ke anak
  • Memperlihatkan kelamin orang dewasa ke anak-anak
  • Mengambil foto anak dalam pose seksual
  • Memaksakan anak mendengar atau menonton kegiatan seksual
  • Menonton anak membuka baju di kamar mandi

 

Dua konsep yang dimiliki masyarakat berkaitan dengan keperawanan perempuan adalah: 1. Hilangnya keperawanan ditandai oleh robeknya himen perempuan, dan 2. Hilangnya keperawanan karena telah berhubungan intim untuk pertama kali. Sepertinya pertanyaan Ibu berkaitan dengan konsep yang pertama: himen.

Himen merupakan membran tipis yang ada di dekat bukaan vagina, bagian tengahnya bolong sehingga darah menstruasi dapat keluar. Sebetulnya, himen perempuan dapat robek walau tidak melakukan hubungan intim, yaitu karena kecelakaan, aktivitas seperti naik kuda, senam, bersepeda, penggunaan tampon, masturbasi. Bahkan ada juga perempuan yang tidak memliki himen. Himen dapat robek tanpa disertai rasa sakit, ataupun disertai perdarahan.

Karena itu, walaupun himen yang utuh mengindikasikan bahwa perempuan itu masih perawan, namun himen yang tidak utuh bukan berarti ia tidak perawan. Ada juga keadaan dimana perempuan sudah berhubungan intim, namun himennya masih utuh, yang disebut himen yang elastis. Jadi sulit untuk membedakan. Karena itu konsep yang dapat digunakan di sini adalah keperawanan hilang saat seseorang melakukan hubungan intim.

Untuk mengetahui apakah himen masih utuh atau tidak walau sudah pernah melakukan hubungan intim sebetulnya dapat diperiksa sendiri, yaitu dengan menggunakan cermin. Namun, hal itu sulit dilakukan. Dokter dapat memeriksa dengan cara melihat langsung bagian depan kemaluan/vagina. Segera bawa anak Anda agar dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan. Anda dapat membawa anak Anda ke dokter anak terdekat untuk mendapatkan bimbingan langkah selanjutnya. Semoga informasi ini membantu.

 

0 Komentar

Belum ada komentar