Sukses

Penyebab Sulit BAB

28 Sep 2018, 10:32 WIB
Wanita, 21 tahun.

Hay dok, saya sering susah bab kenapa ya, pdhal saya sudah makan buah"an dan makanan tinggi serat, tapi bab masih susah, sampe seminggu sekali juga pernah, san buat nurunin berat badan jadi susah juga, itu kenapa ya dok? Trimakasih

Terimakasih sudah bertanya mengenai masalah sulit BAB dengan menggunakan fitur Tanya Dokter dari Klikdokter.com

Sulit BAB disebut juga dengan konstipasi atau bahasa sehari - hari yang dikenal adalah sembelit. Pada keadaan konstipasi, feses menjadi lebih keras dan sulit untuk dikeluarkan sehingga frekuensi buang air besar menjadi lebih jarang dari biasanya. Frekuensi buang air besar berbeda-beda pada setiap orang. Tidak semua orang mampu buang air besar setiap hari, hal ini dikarenakan dari pergerakan usus setiap orang berbeda - beda. Dalam keadaan normal, seseorang dapat buang air besar dengan frekuensi 3x/hari hingga 3x/minggu. Jika frekuensi buang air besar anda < 3x/minggu, dapat dikatakan bahwa Anda menderita konstipasi.

Konstipasi terjadi karena kecepatan makanan melewati usus besar terlalu lambat, sehingga usus besar memiliki waktu yang lebih banyak untuk menyerap air yang terkandung dalam sisa-sisa makanan, dan hal ini menyebabkan feses menjadi keras dan kering. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya konstipasi antara lain:

  • Kurang minum untuk waktu yang lama
  • Kurang olah raga
  • Kurang asupakan makanan berserat
  • Konsumsi kafein, teh atau alkohol yang berlebihan
  • Kebiasaan menunda buang air besar.
  • Penggunaan beberapa jenis obat, seperti obat penghilang rasa sakit dan pereda batuk yang mengandung kodein, obat antidepresi, obat antikejang, suplemen zat besi, beberapa jenis obat-obatan antihipertensi, dan obat-obatan yang mengandung kalsium dan aluminium
  • Penggunaan obat-batan pencahar secara berlebihan dan untuk waktu yang lama. Penggunaan obat pencahar secara berlebihan dapat merusak persarafan dan dinding usus besar sehingga menimbulkan terjadinya konstipasi.
  • Kelainan hormonal, seperti pada keadaan hipotiroidisme, hiperparatiroidisme, dan keadaan dimana kadar estrogen dan progesteron tinggi dalam darah seperti saat menstruasi dan saat hamil.
  • Adanya penyakit yang diderita yang menimbulkan gangguan pada persarafan dinding kolon seperti : kencing manis, skleroderma, dan kanker usus.
  • Adanya kelainan pada sistem persarafan tubuh, seperti pada penderita penyakit parkinson, multiple sklerosis, dan kelainan tulang belakang.
  • Adanya luka pada kulit anus
  • Adanya kelainan psikologis akibat kecemasan yang berlebihan, dan sebagainya.

 

Sebagian besar kasus konstipasi dapat diatasi dengan melakukan perubahan gaya hidup, seperti :

  • Konsumsi makanan berserat tinggi setiap hari.Tingkatkan asupan cairan ke dalam tubuh minimal 8 gelas sehari (2 gelas saat bangun pagi, 4 gelas sepanjang hari, 2 gelas saat akan tidur). Konsumsi makanan yang kaya akan serat harus diimbangi dengan minum cairan dalam jumlah banyak. Peningkatan asupan cairan ke dalam tubuh tanpa diikuti oleh peningkatan asupan serat tidak akan memberikan pengaruh yang bermakna dalam mengatasi konstipasi.
  • Olahraga secara teratur dan Anda harus bergerak aktif setiap harinya
  • Jangan menunda keinginan untuk BAB.

Anda sudah melakukan hal yang benar yaitu dengan mengkonsumsi air putih dan makan yang berserat. Namun, mungkin Anda harus belajar untuk tidak menahan keinginan buang air besar. Jika masalah konstipasi Anda sudah berlangsung cukup lama dan mengganggu sebaiknya segera memeriksakan diri kepada dokter spesialis penyakit dalam untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Demikian informasi yang bisa disampaikan seputar sulit BAB, Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar