Sukses

Pembesaran Jantung
27 Sep 2018, 22:47 WIB
Pria, 21 tahun.

Dokter. Saya mau bertanya kenapa bapak saya setiap hari merasa sesak nafas, nafas pendek. Tidak bisa tidur tapi nafsu makan stabil. Terkadang makan banyak. Kalau sudah nafasnya pendek.. bapak saya pernah terkena jantung bengkak dan saat itu dinyatakan sehat tapi tidak boleh capek. Bapak saya juga rutin minum obat pengencer darah, biasanya nafas pendek hilang setelah minum obat itu. Tapi seminggu ini masih kesulitan bernafas normal. Ohya bapak saya juga punya asam urat dikaki. Jadi bagaimana ya dok? Apa jantungnya bengkak kembali?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com,

Pembesaran jantung atau kardiomegali adalah suatu kelainan struktur anatomis jantung, dimana ukuran jantung lebih besar dari ukuran normal. Terdapat 4 ruang pada jantung, diantaranya ruang jantung bawah (ventrikel kiri, ventrikel kanan) dan ruang jantung atas (atrium kiri, atrium kanan).Terdapat 2 jenis kardiomegali, yaitu kardiomegali karena otot-otot jantung yang membesar/menebal (kardiomegali hipertrofi) dan kardiomegali karena ruang jantung yang melebar (kardiomegali dilatasi). Keduanya merupakan proses adaptasi jantung dalam menghadapi perubahan kondisi jantung atau adanya peningkatan beban kerja jantung.

Penyebab kardiomegali diantaranya:

  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit jantung koroner
  • Penyakit katup jantung
  • Penyakit paru kronis
  • Usia
  • Kardiomiopati
  • Penyakit Tiroid

Pada sebagian orang kardiomegali tidak menimbulkan gejala, namun jika hal ini berlangsung lama dan tidak diobati maka dapat menyebabkan gagal jantung. Gagal jantung adalah suatu kondisi dimana jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh secara maksimal. Gejalanya berupa sesak napas, kaki bengkak, dan mudah lelah saat beraktifitas, denyut nadi tidak teratur, berdebar-debar.

Reversibilitas otot jantung yang membesar dapat kembali pada ukuran normalnya, namun hal tersebut hanya terjadi pada pembesaran jantung yang terjadi secara fisiologis misalnya pada atlet. Sayangnya, pada orang yang mengalami pembengkakan jantung akibat keadaan patologis (penyakit), bila telah berlangsung kronik dan cukup parah, besar kemungkinannya tidak dapat kembali normal.

Pemeriksaan penunjang lain seperti rontgen, echocardiography (USG jantung), dan treadmill memang penting untk dilakukan. Selain untuk memperkuat diagnosis, juga dapat mencari apakah ada kelainan lain yang mendasari. Dari Rontgen dada kita dapat melihat ukuran jantung, pembuluh darah/vaskularisasi, kondisi paru-paru. Echoradiography selain melihat struktur/anatomi jantung (ruang dan katup jantung), juga dapat melihat fungsi kerja jantung (kemampuan otot jantung dalam memompa darah). Treadmil digunakan untuk menilai fungsi pembuluh darah koroner untuk menilai apakah ada kelainan jantung koroner (sumbatan pembuluh darah pada jantung).

Jika anda memiliki kelainan ukuran jantung, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, diantaranya:

  • Mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter secara teratur untuk mencegah jantung menjadi lebih besar dan mengurangi beban jantung, seperti ACE-inhibitor, beta-blocker, diuretik, ntrat.
  • Berhenti merokok
  • Melakukan latihan/olahraga jantung secara teratur
  • Diet rendah lemak dan rendah garam
  • Menurunkan berat badan
  • Kontrol penyakit yang mendasari, seperti hipertensi, diabetes mellitus, kolesterol tinggi, penyakit tiroid, dll
  • Kontrol secara teratur ke dokter untuk menilai fungsi jantung Anda dan meilhat apakah ada komplikasi yang terjadi

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan.

Salam,

1 Komentar

  • Nur Hasnah

    dokter saya mau nanya,,dari hasil Rontgen saya,disana dituliskan corakan bronkovaskuler bertambah apa itu berbahaya dok,mohon penjelasannya dok terima kasih dok