Sukses

GBS

25 Sep 2018, 08:49 WIB
Pria, 42 tahun.

Dok...saya mau tanya masalah ereksi...pd bulan februari saya kena GBS dan sekrg mulai pulih...namun ada kejanggalan pada ereksi...knpbya dok ko masih belum bisa ereksi...pdhal sebelum kena gbs saya normal2 saja...mohon informasinya dok..makaah

dr. Adeline Jaclyn

Dijawab Oleh:

dr. Adeline Jaclyn

Terima kasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

 

Kami memahami kekhawatiran Anda.

GBS atau Guillain–Barré syndrome adalah sindrom dimana imunitas tubuh menyerang jaringan saraf bagian tepi. Penyebab penyakit ini sampai saat ini masih diteliti, tetapi kemungkinan paling besar adalah dipicu oleh infeksi virus maupun infeksi bakteri. 

Karena bakteri ini benda asing, tubuh secara otomatis akan mengirimkan pasukan yang bertujuan membasmi benda asing tersebut (memproduksi antibodi).Namun, pada penderita Sindrom Guillain Barre, antibodi yang diproduksi salah informasi dalam mengenali benda asing tersebut  dan malah berbalik menyerang tubuh. Dalam hal ini, serangan terjadi pada selubung myelin yang mengelilingi serabut saraf di seluruh saraf tepi, yang dalam bahasa medis dikenal dengan istilah demyelination. Sistem saraf adalah "kabel utama" tubuh, oleh karena itu bila ia diserang , sistem tubuh menjadi 'down' semua; otot tidak bisa bergerak, kulit tidak bisa merasa akibatnya penyampaian sinyal-sinyal dalam sistem saraf menjadi terganggu. Kalau membayangkan otot tidak bisa bergerak dan kulit tidak bisa berasa mungkin tidak terlalu terbayangkan parahnya. Namun harus diingat, banyak sistem di tubuh yang membutuhkan mekanisme otot dan peraba contohnya pernapasan, jantung, menelan dan bersuara. Sehingga kalau sudah parah, maka orang yang terkena Sindrom Guillain Barré komplikasinya adalah tidak bisa bernapas, tidak bisa menelan, tidak bisa bersuara, bahkan bisa henti jantung.

Gejala pertama yang dirasakan pada kelainan ini adalah berbagai derajat rasa lemah dan kesemutan pada daerah kaki. Kemudian gejala ini akan menyebar secara progresif ke daerah lengan dan tubuh bagian atas. Gejala-gejala ini dapat meningkat dan memburuk sehingga otot-otot tak dapat digunakan sama sekali dan hampir lumpuh total. Biasanya terjadi beberapa hari atau beberapa minggu setelah pasien mengalami gejala infeksi virus pada saluran pernapasan atau pencernaan. Gejala-gejala ini dapat terjadi dalam beberapa hari dan dapat mencapai 3-4 minggu.

Diagnosis oleh dokter dapat ditegakkan melalui wawancara yang mendalam mengenai penyakit yang diderita, penyakit yang dahulu pernah diderita, faktor resiko, dan riwayat penyakit keluarga. Pemeriksaan fisik yang dilakukan melingkupi pemeriksaan fisik umum, pemeriksaan saraf lengkap, dan pemeriksaan penunjang.

Pengobatan yang dilakukan adalah berupa :

  • Plasmapheresis, perawatan ini dikenal sebagai pertukaran plasma dimana pada metode ini cairan darah (plasma) dipisahkan dari sel-sel darah.  Kemudian sel-sel darah ini dimasukkan kembali ke dalam tubuh agar bisa memproduksi plasma dan mengganti plasma yang sudah dikeluarkan. Para ilmuwan menduga plasmapheresis dapat menghilangkan zat-zat yang merusak mielin.  Di Indonesia, pengobatan ini ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
  • Imunoglobulin intravena, yaitu memberikan imunoglobulin yang mengandung antibodi sehat dari donor darah melalui intravena.  Pemberian dosis imunoglobulin yang tinggi bisa memblokir antibodi yang merusak sistem saraf di tubuh. Sayangnya di Indonesia pengobatan dengan immunoglobulin masih sangat mahal.

Dari keterangan yang Anda berikan bila Anda benar pulih, hal ini tidak ada kaitannya dengan riwayat GBS sebelumnya. Namun untuk memastikan sebaiknya konsultasikan kembali ke dokter spesialis saraf.

Demikianlah jawaban yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

 

Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar