Sukses

Penyebab Perdarahan Paska Keguguran

24 Sep 2018, 19:51 WIB
Wanita, 20 tahun.

Permisi dok, saya mengalami keguguran pada bulan desember lalu. Habis itu menstruasi pada bulan maret dan mei. Mulai bulan juni slalu keluar darah merah bahkan kecoklatan yg terkadang kental hingga skrang. Hampir setiap hari. Itu karena apa ya dok? Lalu Sabtu kemarin saya dan suami melakukan hubungan, sehabis itu mulai minggu keluar lagi seperti itu lagi parahnya sampai berat badan menurun. Saat hamil 53, keguguran jadi 50 semalam di timbang jadi 40 Mohon jawabannya dok

Terima kasih telah mengajukan pertanyaan mengenai perdarahan paska keguguran melalui fitur tanya dokter. 

 

Apakah setelah keguguran Anda sudah dilakukan tindakan kuret? Jika sudah, apakah saat ini Anda sudah melakukan USG untuk mengetahui sisa jaringan? Sudahkah Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan? Apakah penyebab dari keguguran Anda?

Kuret merupakan tindakan medis yang bertujuan untuk mengambil dan membersihkan sisa perdarahan atau jaringan yang masih ada dan menempel pada dinding rahim. Jika lewat pemeriksaan sudah tidak ada sisa jaringan atau perdarahan di dalam rahim maka tidak diperlukan kuret.

Untuk memastikan apakah sisa jaringan di dalam rahim sudah bersih adalah dengan melakukan pemeriksaan fisik kembali dan pemeriksaan penunjang seperti USG Abdomen atau USG Transvaginal.

Untuk penyebab dari menstruasi yang banyak harus dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu apakah penyebabnya berhubungan dengan keguguran yang telah Anda alami sebelumnya atau tidak.

Jadi saran Kami adalah periksakan kondisi Anda secara langsung ke Dokter spesialis kandungan untuk mencari enyebabnya. Jika memang tidak berhubungan dengan keguguran yang telah Anda alami, ada beberapa hal yang menjadi penyebab haid lama Anda. Dalam dunia kedokteran hal ini dikenal dengan nama hipermenorea. Hipermenorea dapat terjadi akibat:

Gangguan pada hormon reproduksi yang mengatur siklus menstruasi

Terjadinya penebalan dinding rahim (endometrium)

Adanya kelainan pada dinding rahim seperti mioma, polip, dll

Demikian penjelasan yang dapat Kami berikan. Semoga bermanfaat.

    0 Komentar

    Belum ada komentar