Sukses

Kejang pada Anak

20 Sep 2018, 10:27 WIB
Wanita, 6 tahun.

selamat siang dokter.. saya mau bertanya. anak saya umur 6 tahun pasca kejang 1 bulan yang lalu dan dirawat inap 1 mnggu di rumah sakit. yang mau saya tanyakan setelah pasca lejang nya anak saya kehilangan suara dan belum bisa ngoming. tetapi untuk tertawa dan menangis bisa. apakah saya harus ke dokter THT untuk penanganan masalah suara nya? agas bisa timbul kembali suara dan dapat berbicara. karena sebelum nya baik. terima kasih

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah bertanya seputar anak kejang dan gangguan perkembangan menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Tentunya sangat sedih melihat kenyataan anak yang sebelumnya mampu berbicara normal namun setelah kejang jadi tidak bisa bersuara.

Kejang adalah proses yang mempengaruhi otak, dan bisa mempengaruhi persarafan yang berhubungan dengan suara/ berbicara. Kami menyarankan Anda untuk berobat ke dokter anak terlebih dahulu, bukan ke dokter THT. Sebab dokter anak akan memeriksakan kira-kira penyebab tidak bisa berbicaranya apakah efek gangguan otak dari kejang atau akibat penyakit yang lain.

Apakah dokter sudah memberikan diagnosis penyebab kejang yang terjadi pada anak Anda, apakah kejang demam atau epilepsi?

Ayan atau epilepsi merupakan masalah kesehatan yang berbeda dengan kejang demam (kejang pada saat demam/panas). Namun, kejang demam yang tidak diatasi dengan baik dapat berkembang menjadi epilepsi di masa depan.

Kejang demam ialah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal >38°C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranial. Kejang demam adalah suatu kejadian pada bayi atau anak, biasanya terjadi antara umur 6 bulan - 5 tahun. Anak yang pernah mengalami kejang tanpa demam, kemudian kejang demam kembali tidak termasuk dalam kejang demam.

Penyebab kejang paling banyak pada anak usia di bawah 3 tahun adalah kejang demam. Kejang dapat menyebabkan gangguan pada otak mulai dari gangguan nutrisi ke otak, gangguan suplai oksigen ke otak, dan sebagainya. Bila terdapat gangguan yang cukup berarti pada otak maka dapat timbul gangguan mulai dari gangguan tumbuh dan kembang anak, gangguan perilaku, gangguan belajar, cacat fisik, cacat mental, hingga kematian.

Kejang yang tidak disertai demam dapat disebabkan oleh epilepsi. Untuk memastikan diagnosis epilepsi perlu dilakukan pemeriksaan EEG untuk menilai apakah terdapat fokus epilepsi pada anak Anda. Pemeriksaan EEG tersebut perlu dilakukan ketika anak Anda sedang tidak mengalami demam.

Bagaimana mencegah kejang demam?

Untuk mencegah kejang demam adalah dengan mencegah suhu tubu anak terlalu tinggi. Selain mencoba menurunkannya dengan parasetamol, Anda juga dapat mengompres seluruh badannya (tidak hanya kepala) dengan air hangat. Namun, kompres harus diperas dan direndam di air hangat kembali secara teratur. Tidak boleh hanya ditinggal begitu saja karena jika ditinggal terlalu lama akan menjadi dingin.

Konsultasikanlah keadaan anak Anda kepada dokter spesialis anak Anda. Bila memang benar terdapat kejang demam, dokter mungkin akan memberikan tambahan obat anti kejang untuk beberapa lama.

Sedangkan epilepsi adalah kondisi gangguan neurologi (saraf) yang ditandai dengan kejang berulang tanpa penyebab yang jelas. Kejang diakibatkan oleh gangguan aliran listrik pada otak. Epilepsi dapat dikontrol dengan obat-obatan namun umumnya tidak dapat disembuhkan secara total.

Izinkan kami menjelaskan juga tentang beberapa informasi penting terkait epilepsi. Yang perlu diketahui adalah beberapa sindroma epilepsi tidak terjadi seumur hidup, beberapa bentuk epilepsi hanya mengalami gejala kejang pada masa anak-anak, meskipun dapat juga menetap. Beberapa penyebab epilepsi adalah riwayat cedera/trauma kepala, luka pada kepala/otak, infeksi, meningitis, ensefalitis, atau tumor otak.

Di bawah ini adalah beberapa tips yang dapat orangtua lakukan untuk anak mereka yang memiliki epilepsi:

berikan pengertian kepada anak mengenai penyakit mereka buatlah anak anda selalu berpikir positif mengenai penyakitnya dan fokuskan kepada hal lain yang dapat mereka lakukan (bukan pada kejang yang akan mereka alami) pelajari rencana terapi untuk anak anda dan ikuti sesuai petunjuk bila anda pikir perlu, anda dapat melakukan konseling keluarga dengan dokter anak atau psikolog agar seluruh anggota keluarga mengerti mengenai penanganan epilepsi beritahukan kepada pihak sekolah bahwa anak anda memiliki epilepsi dan sedang dalam pengobatan

Yang terpenting adalah mengikuti pengobatan dokter secara teratur. Pengobatan yang dilakukan ini untuk mencapai kualitas hidup yang optimal seperti mengurangi frekuensi atau menghentikan serangan, mencegah efek samping serta menurunkan angka kesakitan. Sekitar 70-80% epilepsi dapat sembuh dengan obat. Obat epilepsi tidak boleh dihentikan secara mendadak, tapi harus perlahan-lahan diturunkan dosisnya. Penghentian obat secara mendadak justru berbahaya dan bisa menyebabkan kejang hebat pada anak.

Epilepsi memang dapat menyebabkan gangguan perkembangan otak, terutama jika frekuensi kejang sering. Gangguan akibat epilepsi dapat berubah perkembangan terlambat, gangguan emosional, gangguan fungsi kognitif (kecerdasan), anak menjadi hiperaktif, dan sebagainya.

Anak dengan epilepsi pun dapat hidup secara normal. Yang terpenting adalah ikuti rencana terapi yang sudah ditentukan oleh dokter, hindari pencetus kejang (bila ada), makan makanan bergizi, olahraga teratur, dan hindari stres. Beritahukanlah kepada orang di sekitar anak anda bahwa anak anda memiliki epilepsi sehingga orang di sekitar dapat bertindak secara tepat apabila kejang terjadi.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

0 Komentar

Belum ada komentar