Sukses

Siklus Haid Berjarak 1 Minggu

20 Sep 2018, 08:59 WIB
Wanita, 17 tahun.

Dokter? Saya sudah 3 kali ini, haidnya hanya berhenti berjarak 1 minggu, seperti 1 minggu haid 1 minggu selanjutnya berhenti, 1 minggu selanjutnya saya haid lagi, dan ini sudah berlangsung 3 kali haid, apakah ini masih bisa dikatakan siklus haid normal ya dok?

Terima kasih karena Anda telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Kami menduga Anda saat ini mengalami polimenorea. Polimenorea adalah suatu gangguan pada siklus menstruasi wanita, dimana siklus menstruasi kurang dari 21 hari. Polimenorea dapat terjadi akibat adanya gangguan pada keseimbangan hormonal atau penyakit polikistik ovarium. 

Penyebab timbulnya menstruasi yang lebih sering ini tentunya akan menimbulkan kekhawatiran pada wanita yang mengalaminya. Polimenorea dapat terjadi akibat adanya ketidakseimbangan sistem hormonal pada aksis hipotalamus-hipofisis-ovarium. Ketidak seimbangan hormon tersebut dapat mengakibatkan gangguan pada proses ovulasi (pelepasan sel telur) atau memendeknya waktu yang dibutuhkan untuk berlangsungnya suatu siklus menstruasi normal sehingga didapatkan menstruasi yang lebih sering. Gangguan keseimbangan hormon dapat terjadi pada :

Pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama

Beberapa tahun menjelang menopause

Gangguan indung telur

Stress dan depresi 

Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)

Penurunan berat badan berlebihan

Obesitas

Olahraga berlebihan, misal atlit

Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti  antikoagulan, aspirin, NSAID, dlldan sebagainyaPada umumnya, polimenorea bersifat sementara dan dapat sembuh dengan sendirinya. Penderita polimenorea harus segera dibawa ke dokter jika polimenorea berlangsung terus menerus. Polimenorea yang berlangsung terus menerus dapat menimbulkan gangguan hemodinamik tubuh akibat darah yang keluar terus menerus. Disamping itu, polimenorea dapat juga akan menimbulkan keluhan berupa gangguan kesuburan karena gangguan hormonal pada polimenorea mengakibatkan gangguan ovulasi (proses pelepasan sel telur). Wanita dengan gangguan ovulasi seringkali mengalami kesulitan untuk mendapatkan keturunan. 

Tujuan terapi pada penderita polimenorea adalah mengontrol perdarahan, mencegah perdarahan berulang, mencegah komplikasi, mengembalikan kekurangan zat besi dalam tubuh, dan menjaga kesuburan. Untuk polimenorea yang berlangsung dalam jangka waktu lama, terapi yang diberikan tergantung dari status ovulasi pasien, usia, risiko kesehatan, dan pilihan kontrasepsi. Kontrasepsi oral kombinasi dapat digunakan untuk terapinya. Pasien yang menerima terapi hormonal sebaiknya dievaluasi 3 bulan setelah terapi diberikan, dan kemudian 6 bulan untuk reevaluasi efek yang terjadi.

Kami menyarankan Anda untuk melakukan konsultasi langsung dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Dokter akan melakukan wawancara menyeluruh dan pemeriksaan lengkap untuk mengetahui penyebab dari keluhan Anda.

    0 Komentar

    Belum ada komentar