Sukses

Keputihan dan Kebersihan Vagina

19 Sep 2018, 10:55 WIB
Wanita, 16 tahun.

dok, saat di sekolah saya sering buang air kecil lalu membersihkannya namun langsung memakai celana dalam tanpa mengeringkannya karena sudah banyak siswa di luar dan saya tidak membawa tissue apakah itu berbahaya? dan apakah itu yang membuat vagina saya terdapat luka/noda hitam dibagian kiri dan kanan

Terima kasih telah menggunakan fitur tanya dokter.

Tidak menjaga kebersihan vagina atau membuat vagina lembab berisiko mengalami keputihan.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Pada dasarnya, perlu diketahui dulu apakah keputihan tersebut adalah keputihan normal atau tidak. Keputihan atau dalam kedokteran disebut flour albus, adalah cairan yang keluar dari vagina/liang kemaluan (bukan darah). Keputihan ada 2 macam, fisiologis dan patologis.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan. Cairan keputihan yang keluar dalam keadaan terangsang dapat berupa cairan lubrikasi normal yang dikeluarkan oleh Vagina. Cairan ini dimaksudkan agar ketika terjadi penetrasi, maka tidak terjadi perlukaan akibat gesekan penis, dan penis lebih mudah masuk.

Pada saat tertentu, memang terjadi peningkatan jumlah cairan secara fisiologis, namun hal itu bukan merupakan suatu tanda adanya penyakit. Jumlah cairan vagina meningkat dalam kondisi peningkatan jumlah hormon pada sekitar masa haid atau saat hamil, rangsang seksual, stres atau kelelahan, penggunaan obat-obatan atau alat kontrasepsi.

Sementara keputihan patologis adalah keputihan yang terjadi diakibatkan oleh parasit, jamur, bakteri, alergi, dan penyakit lainnya.

Infeksi parasit atau Trichomonas vaginalis dapat menyebabkan keputihan yang sangat banyak, berbau, kuning-keabuan, berbusa, keluar seperti nanah, dan gatal. Kemungkinan lain infeksi pada vagina adalah vaginosis bakteri, dan candidiasis vulvovaginal. Vaginosis bakteria biasanya menimbulkan bau yang amis terutama setelah hubungan intim, keputihan yang tipis, keabu-abuan, tidak gatal. Sedangkan infeksi jamur pada vagina atau vulvovagina candidiasis menimbulkan keputihan yang tebal, putih seperti cottage cheese atau susu, disertai dengan nyeri dan gatal, dan tidak berbau.

Bila memang keputihan yang dirasakan teman Anda adalah keputihan yang patologis, maka sebaiknya konsultasikan kondisi teman Anda ke dokter terdekat.

Demikian informasi yang dapat kami berikan mengenai keputihan saat masturbasi. Semoga bermanfaat. 

    0 Komentar

    Belum ada komentar