Sukses

Penanganan Gangguan Ereksi
16 Sep 2018, 17:56 WIB
Pria, 71 tahun.

Saya, kalau dioral sex bisa ereksi. Kalau mau penetrasi ereksi hilang. Apa yang salah dengan tubuh saya? GDS saya normal. Kolesterol normal. Asam urat di atas ambang batas atas. Tensi normal.

dr. Alvin Nursalim

Dijawab Oleh:

dr. Alvin Nursalim

Terimakasih telah bertanya tentang disfungsi ereksi melalui fitur Tanya Dokter.

Kami memahami kondisi Anda.

Yang Anda alami kemungkinan berkaitan dengan disfungsi ereksi. Disfungsi ereksi (DE) merupakan salah satu jenis gangguan seksual pada pria. Secara definisi DE adalah kurangnya kemampuan dalam mempertahankan proses ereksi untuk melakukan aktivitas seksual dengan baik.

Gangguan ereksi dapat disebabkan banyak hal, diantaranya adalah:

Kelainan pembuluh darah, termasuk stroke

Kelainan persarafan

Obat-obatan

Kelainan pada penis

Masalah psikis yang mempengaruhi gairah seksual

Agar bisa tegak, penis memerlukan aliran darah yang cukup. Karena itu gangguan aliran darah dapat menyebabkan gangguan ereksi. Kerusakan saraf akibat diabetes melitus, alkohol, obat-obatan, juga dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi. Bahan kimiawi rokok juga mempengaruhi aliran darah, sehingga dapat juga berkontribusi pada gangguan ereksi ini. Sekitar 25% kasus impotensi disebabkan oleh obat-obatan yaitu jenis obat antihipertensi, anti depresi, anti psikosis, obat penenang, simetidin, dan litium.

Psikis seperti depresi, kecemasan, stres, perasaan bersalah, perasaan takut akan keintiman, dll juga menyumbang cukup besar penyebab dari gangguan ereksi. Diperlukan evaluasi lengkap dengan tambahan pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan sesuai kecurigaan penyebab. Nutrisi yang dapat membantu mengatasi gangguan ereksi Anda adalah zinc dan kalsium. Jangan minum sembarang obat kuat tanpa pengawasan dokter guna menghindari efek samping yang dapat merugikan kesehatan tubuh.

Untuk melakukan pengobatan diharuslah terlebih dahulu dicari apa penyebabnya. Pada kasus disfungsi ereksi (DE) karena gangguan organis (gangguan fisik/anatomis), terapi yang dilakukan umumnya adalah pembedahan atau obat-obatan.

Untuk DE yang disebabkan karena gangguan psikologis (yang terutama banyak terjadi), pada umumnya tidak diperlukan pembedahan. Untuk mengatasinya terutama haruslah dicari apa faktor pencetusnya (stress, kelelahan, pasangan yang menuntuk, narkotika, dll). Setelah didapatkan faktor pencetus, barulah diperbaiki dan dibantu dengan alat atau obat. Tanpa mengetahui apa penyebabnya, kasus DE akan berulang lagi meskipun sudah sembuh (dengan bantuan alat ataupun obat). Disfungsi ereksi karena faktor psikis memiliki angka kesembuhan yang baik apabila ditatalaksana secara adekuat. Oleh karena itu, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesiali urologi atau andrologi untuk melakukan pemeriksaan agar diketahui penyebab yang mendasarinya serta dapat dilakukan terapi yang sesuai.

Saran kami, komunikasikan hal ini dengan pasangan Anda secara terbuka. Setelah itu berkonsultasilah bersama-sama kepada dokter agar dapat dicapai solusi yang terbaik untuk semua pihak. Anda dapat menemui dokter urologi atau andrologi untuk mengatasi hal ini. Dokter penting untuk melakukan wawancara medis yang mendetil dan pemeriksaan fisis secara langsung sebelum menentukan diagnosis. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar disfungsi ereksi. Semoga bermanfaat. 

0 Komentar

Belum ada komentar