Sukses

Nyeri Bekas Jahitan Jalan Lahir
16 Sep 2018, 05:47 WIB
Wanita, 19 tahun.

Dok saya mau tanya Tanggal 30 juli saya melahirkan normal dan di jahit, waktu udah 1 bulan saya gak merasakan sakit atau nyeri jadi saya coba untuk jongkok pun tidak ada rasa nyeri atau pun sakit tapi hari ini pas saya jongkok ada rasa nyeri dan perih pada bagian jahitan nya pas saya cek benang jahitan nya udah gak ada dan gak nempel kaya pas waktu itu Apa saya perlu di jahit ulang?

Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terimakasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter.

Jika Anda melahirkan secara normal, pada umumnya dokter kandungan akan melakukan episiotomi (perobekan dinding vagina dan perineum) untuk kelancaran proses melahirkan. Bekas episiotomi ini akan dijahit kembali. Keluhan nyeri dan bengkak akan berkurang setelah beberapa hari. Namun proses penyembuhan luka tersebut baru selesai antara 3 - 6 bulan. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi proses penyembuhan luka tersebut, seperti kebersihan luka, reaksi alergi terhadap benang jahit, serta status gizi.

Apakah BAB Anda keras? Apakah nyeri pada luka berkaitan dengan proses BAB? Atau adakah kaitan antara nyeri luka dengan proses hubungan seksual?

Sangat penting untuk menjaga kebersihan luka jahitan episiotomi, karena jika tidak, kuman akan mudah masuk dan menimbulkan infeksi. Tanda-tanda infeksi di antaranya adalah luka bengkak, nyeri, bernanah, dan bisa terdapat demam. Apakah gejala ini yang Anda rasakan? Kemungkinan telah terjadi infeksi pada luka pasca melahirkan tersebut.

Perawatan yang Anda dapat lakukan adalah :

1. Bilas / cebok dengan air bersih, atau dapat juga menggunakan cairan antiseptik kewanitaan

2. Cebok satu arah, dari depan ke belakang

3. Jangan menahan kencing

4. Jangan terlalu lama mengganti pembalut

5. Pakailah celana dalam yang kering dan bersih

6. Hindari aktivitas berlebihan saat minggu-minggu pertama pasca melahirkan

Kami sarankan Anda untuk mengonsultasikan kondisi Anda ke dokter spesialis kandungan, agar kondisi Anda dapat dievaluasi lewat pemeriksaan langsung dan diberikan terapi yang tepat.

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. (FA)

    0 Komentar

    Belum ada komentar