Sukses

Mioma dan Kesuburan Wanita

15 Sep 2018, 10:01 WIB
Pria, 31 tahun.

dok saya mahu tanya..kakak saya berusia 31 tahun sekarang,pada bulan juli 2014 kakak saya operasi kista ovarium,dokter bilang kualitas sel telur sebelah hanya 50%..pada akhir tahun 2014 kakak saya menikah,,pada tahun 2016 kakak saya di usg terdapat kista lagi kanan 7 cm..dan kiri 5 cm..sudah berobat sampai bulan september 2018 kakak saya usg lagi kista tinggal 3 cm malah terdapat miom dan sama dokter dsuruh promil karna belum memiliki keturunan..kakak saya sehari perjalanan sepeda motor jarak tempuh 40 km setiap hari..pertanyaan saya apakah berkendara jauh yang menyebabkan adanya kista?karna sebelum nya tidak pernah memiliki kista..apakah riwayat kakak saya mempengaruhi kesuburan?apakah jika terdapat kista dan miom tidak membahayakan kakak saya jika hamil? mohon penjelesan dan solusi,,terimakasih dok

Terima kasih telah bertanya seputar Mioma dan Kesuburan Wanita menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.com

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Mioma tersebut muncul pada 20% wanita usia reproduksi (usia subur) dan biasanya ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaaan rutin. Leiomioma yang tidak bergejala terjadi sebanyak 40-50% pada wanita usia > 35 tahun. Pada umumnya unilateral (satu) atau kadang-kadang multipel (> 1). Mioma bervariasi di dalam ukuran dan jumlah. Mioma sendiri juga dikatakan sebagai penyebab infertilitas (gangguan kesuburan) sebesar 27% pada wanita. Keguguran atau komplikasi dapat terjadi pada wanita dengan mioma dan salah satu penyebab histerektomi (operasi pengambilan rahim) terbesar. Leiomioma uteri dapat berlokasi di dinding rahim, menonjol melalui rongga endometrium atau permukaan rahim, dan dikenal sebagai subserosa, intramukosa, dan submukosa. Jadi gangguan kesuburan bukan akibat obat namun bisa diakibatkan oleh mioma itu sendiri.

Tidak ada ukuran standar kapan mioma harus diterapi. Mioma besar tanpa gejala dan tidak mengarah ke keganasan tidak perlu diterapi. Pada mioma yang tidak diterapi, pemeriksaan fisik dan USG harus diulangi setiap 6-8 minggu untuk mengawasi pertumbuhan baik ukuran maupun jumlah mioma. Apabila pertumbuhan stabil maka pasien diobservasi setiap 3-4 bulan. Terapi medikamentosa untuk mioma terbagi atas 2, yaitu bedah (operasi) dan non-bedah. Untuk non-bedah, umumnya mioma ditangani dengan terapi hormonal, termasuk di dalamnya adalah Preparat hormonal tersebut akan memproduksi efek hipoestogen untuk mengecilkan mioma. Namun tentu saja terapi ini harus di bawah pengawasan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Kami menyarankan Anda untuk mengunjungi/berkonsultasi kembali dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk menentukan langkah lanjutan perlu diambil saat ini.

Demikian informasi seputar Mioma dan Kesuburan Wanita yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

2 Komentar

  • wit******

    hindarin mecin/msg dan makan bakso kalo tidak mau terkena miom dan kista sist

  • Say******a

    dok saya senta,usia 39 knapa ya dok anak saya cuma satu,sudah umur 18 thn,saya pernah cek ke dokter kandungan katanya masih ada harapan,tp sampai bertahun2 gkada jga apa mungkin rahim saya tidak subur?