Sukses

Seputar FAM

14 Sep 2018, 23:30 WIB
Pria, 35 tahun.

FAM

Terima kasih telah mengajukan pertanyaan mengenai FAM melalui fitur tanya dokter.

 

Apakah yang ingin Anda tanyakan adalah seputar FAM di payudara?

 Jika iya, akan kami jelaskan. 

FAM (Fibroadenomamammae) merupakan kasus terbanyak pada tumor payudara. Kejadiannya dapat berbentuk tunggal atau banyak pada satu payudara atau kedua payudara. Karakter FAM antara lain teraba, padat, kenyal, dapat digerakkan dari jaringan sekitarnya (mobile), bentuk bulat, lonjong, berbatas tegas, tidak nyeri, kuit payudara di atasnya tidak berubah, pertumbuhan lambat dan tidak menyebar seperti kanker payudara.FAM merupakan suatu tumor jinak pada payudara dimana penyebabnya belum secara pasti diketahui. Namun benjolan FAM dapat membesar dengan dipengaruhi oleh hormon. Sehingga selama dalam masa reproduktif (belum menopause) FAM dapat tumbuh kembali. FAM biasanya muncul di usia remaja. Oleh karena itu, terkadang FAM akan menjadi besar saat sedang siklus menstruasi, kehamilan atau sedang menyusui. Pemeriksaan secara pasti dapat dilakukan dengan pemeriksaan mamografi atau biopsi.Di bawah usia 25 tahun, FAM lebih sering terjadi dibandingkan kista payudara. Selain FAM, penyakit fibrokistik atau dikenal juga sebagai mammary displasia adalah benjolan payudara yang sering dialami oleh sebagian besar wanita.FAM tidak ada resiko untuk menjadi kanker. Pada usia muda jarang sekali didapatkan tumor ganas pada payudara kecuali memiliki riwayat keluarga dengan keganasan pada payudara, Anda perlu lebih waspada terhadap benjolan di payudara. Beberapa hal dikatakan dapat mencegah perkembangan FAM dengan mengkonsumsi sayur dan buah, dan olahraga dengan intensitas sedang setiap minggunya. Tindakan yang biasanya dilakukan adalah operasi, atau ada beberapa yang dapat hilang namun kemungkinan ini sangat sedikit. Hanya sekitar 20% kasus tumor ini tumbuh.

Jadi sebaiknya jaga hidup sehat dan lakukan pemeriksaan payudara secara rutin.Untuk memastikan diagnosis diperlukan pemeriksaan langsung dan pemeriksaan penunjang. Sebaiknya Anda berdiskusi lebih lanjut dengan dokter yang menangani Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar