Sukses

Penanganan Akalasia

12 Sep 2018, 15:29 WIB
Pria, 25 tahun.

saya mengalami penyakit akalasia sayang sudah lebih 4 tahun, saya brobat di RSUD moewardi surakarta, sekarang saya sedang rawat jalan, obat yang dikonsumsi dari rumah sakit adalah sirup sucralfate dan omeprazole tablet. saya mau bertanya apa pola hidup sehat, konsumsi makanan dan obat herbal/ jamu yang sesuai untuk menunjang proses kesembuhan saya ini? yang saya raasakaan sekarang masih agak keselak ketika minum jus terlalu banyak& terasa merasa sulit turun dan kesulitan BAB karena jarang sekali bisa BAB, terkadang tidur masih batuk. terimakasih

Terima kasih telah mengajukan pertanyaan mengenai akalasia melalui fitur tanya dokter.

Akalasia merupakan salah satu kondisi kesehatan langka yang menyebaabkan terjadinya makanan dan cairan sulit untuk masuk ke lambung. Penanganan dari akalasia difokuskan untuk menunjang relaksasi atau pembukaan dari sfingter esofageal bawah agar makanan dan cairan dapat melalui saluran cerna dengan lebih mudah. Pilihan penanganan sendiri bergantung dari berbagai faktor, di antaranya usia dan derajat keparahan dari kondisi yang dialami. 

Beberapa jenis kelompok penanganan yang dapat dilakukan adalah:

Penanganan non-pembedahan. Salah satu pilihan penanganan non-pembedahan dapat berupa dilatasi pneumatik, yang mencakup penggunaan balon yang dimasukkan ke sfingter esofageal bawah dan dikembangkan untuk memperbesar celah antara esofagus dan lambung. Terkadang, prosedur ini dapat membutuhkan pengulangan apabila sfingter tidak terbuka secara menetap.Selain itu, dapat dilakukan pemberian botulinum toksin tipe A, yang merupakan pengobatan untuk menunjang relaksasi otot. Pengobatan ini dapat disuntikkan ke sfingter esofagus bawah dengan bantuan alat endoskopi. Penyuntikan bisa saja membutuhkan pengulangan.

Pengobatan dengan botulinum toksin umumnya direkomendasikan hanya untuk penderita yang bukan merupakan kandidat baik untuk dilatasi pneumatik atau pembedahan akibat usia atau kesehatan secara umum.

Penanganan non-bedah yang ketiga adalah pengobatan relaksasi otot yang dikonsumsi sebelum makan. Karena pengobatan oral umumnya memiliki efek terapeutik yang terbatas dan efek samping tertentu, maka hal ini hanya dipertimbangkan apabila penderita bukan merupakan kandidat untuk dilatasi pneumatik atau pembedahan serta pemberian botulinum toksin tidak menunjukkan manfaat.

Penanganan pembedahan. Pembedahan dapat dipertimbangkan pada pasien dengan kelompok usia lebih muda. Terdapat beberapa jenis teknik pembedahan yang dapat dilakukan, bergantung dari berbagai indikasi. 

Saran kami diskusikan kembali dengan dokter Anda terkait penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda saat ini. 

Demikian, semoga bermanfaat. 

    0 Komentar

    Belum ada komentar