Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

Verifikasi UmurStop Disini

Pertanyaan - #262381

12 Sep 2018, 12:13 WIB
Wanita, 24 tahun.

Terhitung smpe hari ini saya sudah telat haid hari ke 11 dok , wktu telat hari ke 9 dan 10 saya berhubungan intim tapi keluar darah saat lgi berhubungan , saya kira saya haid , saya pakai pembalut setelah berhubungan tpi ga keluar darah d pembalut nya dok , trs hari ke 10 saya cba berhubungan lagi , berdarah lgi wktu lagi berhubungan , sebelumnya saya ga perna ngalamin kejadian kaya gini dok , tapi payu dara saya udh seminggu ini keras bgt dok

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kami memahami kondisi Anda. Bagaimana siklus haid Anda selama ini? Apakah darah hanya keluar saat setelah berhubungan atau terus menerus hingga beberapa hari? Apakah ada keluhan lain yang dirasakan?

Bila keluhan darah  keluar setelah berhubungan kemungkinan hal tersebut adalah post coital bleeding. Perdarahan setelah berhubungan seksual atau Post Coital Bleeding dapat terjadi karena beberapa alasan. Perdarahan pasca berhubungan seksual juga dapat terjadi karena adanya erosi di vagina dikarenakan baru pertama kali berhubungan atau berhubungan seksual  belum terlalu sering sehingga vagina masih sempit, akibatnya penetrasi (penis masuk ke vagina), terutama bila wanita masih belum penuh terangsang dapat menyebabkan gesekan yang mengakibatkan luka atau lecet. 

Apabila perdarahan yang timbul hanya sedikit dan tidak berlanjut, Anda tidak perlu merasa khawatir karena mungkin perdarahan tersebut timbul akibat robekan pada vagina (misal karena kekeringan, kondom, gesekan kuat, kuku jari, dsb). Namun lebih baik sementara ini Anda tidak melakukan hubungan seksual, mengingat bakteri vagina dapat menginfeksi luka tersebut. 

Namun terdapat kemungkinan lain dari perdarahan yang Anda alami yang merupakan perdarahan yang terjadi akibat senggama atau disebut post coital bleeding. Kondisi ini sebaiknya juga ditanggapi dengan serius. Beberapa penyebabnya adalah :

  • Peradangan pada serviks (leher rahim) dimana hubungan seksual dapat menyebabkan perdarahan. Kondisi ini disebut dengan erosi serviks, umum terjadi pada wanita muda, wanita hamil, dan mereka yang memakai kontrasepsi pil
  • Polip serviks atau polip rahim. Umumnya polip ini jinak
  • Infeksi oleh klamidia, gonorea, trikomonas, dan jamur (Infeksi Menular Seksual)
  • Vaginitis atropi yang umum terjadi karena kekurangan hormon estrogen, terutama pada wanita post menopause. Kurangnya lendir pada vagina menyebabkan hubungan seksual menjadi nyeri dan dapat terjadi perdarahan
  • Kanker leher rahim Displasia serviks. Perubahan pre-kanker pada kanker leher rahim. Risiko meningkat dengan riwayat infeksi seksual sebelumnya, berhubungan seksual sebelum usia 18 tahun, melahirkan anak sebelum usia 16 tahun
  • Mioma rahim yaitu tumor jinak yang berasal dari dinding otot rahim 

 

 

Siklus menstruasi normal berkisar antara 21-35 hari dan berlangsung selama 3-7 hari. Siklus menstruasi yang tidak teratur umumnya terjadi akibat gangguan keseimbangan hormonal yang dapat disebabkan oleh beberapa keadaan. Saran kami adalah segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dapat dicari penyebabnya segera. Pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya. Semoga keluhan Anda segera teratasi. 

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar