Sukses

Pertanyaan - #261571

09 Sep 2018, 19:11 WIB
Pria, 25 tahun.

Pagi dok, Saya mau bertanya istri di vonis tidak bisa melahirkan normal karena ari-ari menghalangi jalan lahir,, karena saya krng paham masalah medik jd saya cuman nanya apakah ada alternatif agar istri saya bisa melahirkan normal, dan tetap sang dokter bilang tidak ada alternatif,, harus sesar. setelah saya membaca-baca posisi ari-ari itu ada yang menghalangi sepenuhnya jlan lahir,, dan ada juga yang menghalangi cuman sebagian (msh memungkin kan lahir normal), sang dokter tidak menjelaskan posisi detail ari-arinya, dan langsung memvonis harus sesar,, usia kehamilan istri saya 34 minggu dan dikhawatirkan akan melahirkan sblm waktunya,, dan dikasih resep Sanexon@4 dengan dosis diminum 3 kali sehari 2 tablet sesudah makan untuk pematangan paru-paru, setelah saya review obat sanexon @4 ini digunakan untuk mengobati beberapa kondisi di bawah ini: Asma bronkial Rinitis alergi (bersin-bersin akibat alergi) Urtikaria atau biduran Eksim atopik, dermatitis kontak alergi, dan dermatitis kontak iritan Berbagai penyakit kulit non-infeksi Demam rematik akut Reumatoid Arthritis ITP pada orang dewasa yang menyebabkan tombositopenia Anemia hemolitik dapatan Radang usus (kolitis ulseratif) Sindroma nefrotik Penyakit lupus eritematosus Mieloblastosis Limfogranulomatosis setelah membaca artikel tentang obat sanexon@4 saya ragu menggunakan obat sanexon@4 siapa tau sang dokter salah tulis nama obat? atau apotekernya salah mebaca tulisan sang dokter, ini yang mau saya tanyakan apakah obat sanexon@4 memang bisa digunakan untuk pematangan paru-paru bayi dok? dan apakah ada alternatif lain agar istri saya bisa melahirkan normal?

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah bertanya tentang letak plasenta di bawah menggunakan Fitur Tanya Dokter.

Kondisi yang istri Anda alami dalam dunia medis disebut dengan plasenta previa. Plasenta Previa adalah suatu kondisi dalam kehamilan dimana plasenta berada pada lokasi yang tidak seharusnya yaitu di segmen rahim bagian bawah atau dekat dengan jalan lahir meskipun perkembangan janin sudah memasuki triwulan ketiga. Ibu yang memiliki plasenta previa memang harus ditangani secara ekstra hati-hati. Salah satu komplikasi tersering yang dapat terjadi pada keadaan ini adalah bayi lahir prematur serta perdarahan hebat pada ibu.

Seiring dengan membesarnya ukuran rahim, posisi relatif plasenta memang masih dapat berubah/bergeser ke atas. Teknologi USG 2 dimensi sudah cukup untuk melihar gambaran plasenta. Bila pada pemeriksaan USG yang terakhir, plasenta terlihat menutupi jalan lahir (serviks), maka pemeriksaan USG ulang sebaiknya dilakukan pada usia kehamilan 32 minggu untuk melihat apakah letak plasenta telah bergeser. Bila gambarannya kurang jelas, dokter akan menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan USG lewat vagina. Sedangkan bila plasenta tidak menutupi serviks, pemeriksaan USG ulang dapat dilakukan pada usia kehamilan 34 minggu.

Secara umum berikut adalah penanganan pada ibu hamil dengan plasenta previa:

1. Evaluasi kondisi ibu dan janin bila/setelah perdarahan terjadi2. Bedrest (istirahat) total3. Menghindari hubungan seksual sampai hasil USG ulang menunjukkan perpindahan plasenta ke tempat seharusnya4. Pemeriksaan USG teratur setiap 4 minggu5. Pasien dapat melakukan kegiatan sehari-hari namun tidak boleh berlebihan6. Kewaspadaan untuk terjadinya perdarahan lagi7. Perawatan di rumah sakit apabila terjadi perdarahan berulang atau sudah saatnya untuk melahirkan8. Operasi kaisar

Obat yang istri Anda dapatkan benar adalah untuk pematangan janin. Memang pada beberapa kasus dapat digunakan juga untuk keluhan seperti yang Anda sebutkan. 

Demikian penjelasan tentang letak plasenta di bawah yang dapat kami berikan. Semoga membantu

0 Komentar

Belum ada komentar