Sukses

Hasil SGOT SGPT Dan Hepatitis B
08 Sep 2018, 17:33 WIB
Wanita, 17 tahun.

Dok sgot 41 dan sgpt ny 54 apakah itu hepatitis dok

Terima kasih telah bertanya seputar Hasil SGOT SGPT dan hepatitis b menggunakan fitur Tanya Dokter di KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran Anda.   

SGPT dan SGOT merupakan enzim-enzim pada hati yang akan meningkat jumlahnya di dalam tubuh jika hati mengalami kerusakan baik kerusakan fungsi hati secara akut maupun kronis. 

Nilai normal SGOT adalah 3-45 u/L, sedangkan nilai normal SGPT adalah 0-35 u/L (terdapat sedikit variasi dari nilai normal dan sangat tergantung dari laboratorium tempat pemeriksaan).

SGOT dan SGPT merupakan enzim yang dapat ditemukan pada sel-sel hati. Karena itu jika terjadi kerusakan (nekrosis) sel-sel hati, seperti yang terjadi pada infeksi akut virus hepatitis, enzim-enzim tersebut keluar dari sel hati dan masuk ke dalam darah. Semakin banyak sel-sel hati yang rusak, semakin tinggi pula kadar SGOT/SGPT yang terukur di dalam darah. Terutama bila kadar SGPT yang meningkat, hal tersebut lebih menunjukan adanya kerusakan pada sel hati.

Secara laboratoris pemeriksaan enzim hati pada hepatitis akut didapati adanya peninggian SGOT dan SGPT sampai 20-50 kali normal dengan SGPT lebih tinggi SGOT daripada SGPT (SGOT/SGPT < 0,7).

Peningkatan kadar SGPT dan SGOT biasanya memang biasanya tidak menimbulkan gejala. Biasanya peningkatan SGPT juga bisa terjadi pada infeksi yang terjadi di saluran pencernaan.

Pengobatan hepatitis tergantung kondisi akut atau kronik. Selain itu setelah diobati pun masih ada kemungkinan marker atau petanda hepatitis masih terdapat dalam darah penderitanya. Pengobatan untuk hepatitis B kronik mencakup pemberian antiviral seperti lamivudine dan interferon alpha. Namun, sebelum diberikan pengobatan, diperlukan pemeriksaan serologi hepatitis B yang lengkap, misalnya kadar HbeAg dan HBV-DNA serta fungsi hati (SGPT dan SPOT). Hal tersebut bertujuan untuk menilai apakah Anda memiliki indikasi untuk diberikan terapi antiviral, dan untuk memantau perkembangan penyakit setelah diberikan obat.

Anda juga harus berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter spesialis ilmu penyakit dalam divisi hepatologi karena pengobatan untuk hepatitis B tidak sederhana.

Kebanyakan hepatitis B carriers tidak merasa ataupun terlihat sakit, tetapi mereka dapat mentransmisikan virus tersebut dan membuat orang lain menderita hepatitis B. Bagaimanapun, carriers memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita kerusakan hati yang progresif akibat reaktivasi spontan hepatitis B berulang, sehingga memerlukan pengawasan Dokter secara rutin.

Karena virus ini akan terus terbawa seumur hidup dalam tubuh seorang carrier, berikut adalah beberapa tips yang hendaknya dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari:

1. Jaga kesehatan

Kunjungi Dokter secara teratur (minimal 1x/tahun). Diskusikan mengenai tes darah, pemeriksaan USG berkala dan penggunaan obat interferon alfa-2b

Diskusikan dengan Dokter mengenai obat-obatan yang dijual bebas, bahkan obat herbal, karena beberapa dapat merusak hati

Tidak mengonsumsi alkohol karena dapat merusak hati

Tidak menggunakan obat-obatan terlarang (suntik), karena memiliki risiko terkena hepatitis yang lain yang juga merusak hati

Vaksinasi hepatitis A

2. Jaga diri agar tidak menginfeksi orang lain

Orang-orang yang berisiko terinfeksi hepatitis B adalah mereka yang memiliki kontak dekat (dengan darah, semen, atau cairan tubuh lain) dengan carriers. Sebagai contoh: pasangan seksual, orang yang tinggal serumah, anak yang lahir dari carriers. Beritahu mereka mengenai kondisi Anda, dan bukan suatu masalah untuk berbagi makanan bersama.

Carrier wanita yang sedang hamil agar memberitahu dokter mengenai kondisinya, agar bayinya diberi suntikan yang menjaganya dari hepatitis B (12 jam pertama kelahiran)

Menggunakan kondom lateks setiap berhubungan seksual

Tidak pernah membagi jarum suntik, tindikan, dan lain sebagainya

Tidak mendonorkan darah, plasma, organ tubuh, jaringan atau sperma

3. Bagi keluarga

Vaksinasi hepatitis B

Tidak berbagi rokok, sikat gigi, gunting, pisau cukur, dan sebagainya

Tutup semua luka dengan bandage

Cuci tangan, terutama setelah menyentuh darah

Bersihkan cipratan darah dengan campuran pemutih dan air (1,5 cangkir cairan pemutih dalam satu galonair) untuk mematikan virus hepatits B.

Diperlukan toleransi dan kerjasama yang baik antara carriers dan kontak dekatnya sehingga tercapai hubungan yang harmonis antara keduanya. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan dapat mencegah kerusakan hati dan proses transmisi virus hepatitis B.

Demikian informasi seputar Hasil SGOT SGPT dan hepatitis b yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

1 Komentar