Sukses

Penyakit TB dan Sakit Saat Bernafas
07 Sep 2018, 12:01 WIB
Pria, 20 tahun.

ketika saya di rontgen, hasilnya ada bercak di saluran infiltrat kanan. dokter bilang saya kena TB. saya menjalani pengobatan pertama 6 bulan, ketika sudah berjalan 4-5 bulan terasa membaik, tapi di akhir pengobatan saya mengalami sakit mungkin drop karna kerja. yang ahirmya stelah 6 bulan pengobatan di rontgen lagi, dan harus lanjut ke 9 bulan. di bulan ke 9 pun ketika di ahir pengobatan saya menalami drop lagi bahkan beberapa malam tidak bisa tidur dan sering batuk darah. walaupun di bulan ke 7-8 ada perbaikan. lalu saya di sarankan untuk pengobatan ke 12 bulan. bulan ini adalah bulan terahir, tapi saya mengalami drop lagi kalopun dibulan 10-11 merasa saya sudah sembuh.. kali ini gejalanya saya batuk kering tak dlm waktu lama(ini sudah lebih dari setahun) kadang ada dahaknya tapi mayoritas batuk kering. ketika saya bernafas paru kanan saya terasa aga sakit / panas, apalagi ketika batuk. nafas saya terasa pelan, sering keluar keringat dingin. dan saya seperti orang yang gejala mau pingsan, lemas, pendengaran kurang, penglihatan tidak fokus. *catatan saya bukan peroko(tidak pernah meroko), tidak pernah minum khamar(al kohol). tapi saya punya riwayat penyakit tifus, liver , DBD.

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan layanan ekonsultasi klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Kami juga mengapresiasi keteguhan dan konsistensi Anda dalam berobat. Anda sudah memiliki fondasi cara pikir yang sangat benar untuk mencapai kesembuhan. Jangan menyerah dan teruslah mengonsumsi obat yang diberikan oleh dokter spesialis penyakit dalam Anda. Teraturlah untuk kontrol. Jangan lupa, selain obat, perlu juga untuk meningkatkan daya tahan tubuh Anda misalnya dengan cukup beristirahat, memakan makanan bergizi, banyak minum cairan. Mengenai keluhan Anda saat ini yaitu sakit saat bernafas, mungkin ada kemungkinan terdapat cairan di paru.

Cairan di paru-paru atau yang disebut dengan efusi pleura adalah peningkatan cairan yang berakumulasi di rongga pleura (rongga yang meliputi paru-paru). Peningkatan cairan di rongga pleura dapat menyebabnya gangguan pernapasan akibat terganggunya pengembangan paru saat bernapas.

Efusi pleura dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit, diantaranya adalah tuberkulosis, gagal jantung, pneumonia, kanker, dll. Tuberkulosis adalah penyebab efusi pleura terbanyak di negara berkembang seperti Indonesia. Menurut The Journal Chest tahun 2006, Efusi pleura terjadi pada 5% pasien dengan TBC dan jumlah TBC ekstrapulmoner (termasuk efusi pleura) ini ditingkatkan dengan adanya pandemik HIV.

Efusi pleura merupakan penyakit sekunder dari TBC disebabkan karena iritasi dari selaput pleura yang menyebabkan gangguan permeabilitas membran sehingga menurunkan tekanan onkotik yang menyebabkan cairan masuk ke dalam rongga pleura. Jadi efusi pleura memang dapat berhubungan dengan penyakit Tuberkulosis. Hal ini dapat terjadi akibat pengobatan TBC yang tidak adekuat maupun imunitas penderita yang menurun. Kami sarankan agar anda memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam atau spesialis paru agar dilakukan pemeriksaan lanjut dan diberikan penanganan yang terbaik bagi anda.

Sekian, semoga bermanfaat. 

Terima kasih.

0 Komentar

Belum ada komentar