Sukses

Kontrol janin kembar dan pematangan paru-paru

07 Sep 2018, 07:36 WIB
Wanita, 23 tahun.

selamat malam doc ,Saya hamil kembar laki laki 2 plasenta , uk saya 33 week , slama ini periksa kehamilan hanya di puskesmas , terakhir usg di uk 29 week , posisi janin yg 1 nya melintang .dan d saran kan untuk caesar .namun pihak puskesmas blm ngasih surat rujukan untuk kontrol ke rs .kata bu bidan surat rujukan baru di kasih saat uk 37 minggu .apa itu gak kelamaan dok ? sedangkan saya jg blm di saran kn untuk suntik pematangan paru paru

dr. Adeline Jaclyn

Dijawab Oleh:

dr. Adeline Jaclyn

Terima kasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter di KlikDokter. 

 

Kami memahami kekhawatiran Anda.

Namun untuk kontrol kehamilan pada janin tunggal ataupun kembar tidak ada bedanya.

Sebenarnya tidak ada aturan khusus mengenai frekuensi seorang wanita hamil untuk melakukan pemeriksaan USG. Namun, dalam keadaan normal seorang wanita hanya perlu 3 kali melakukan pemeriksaan USG selama kehamilannya, yaitu :

  1. Pemeriksaan pertama pada usia kehamilan sekitar 7 minggu untuk mengkonfirmasi kehamilan, menyingkirkan kemungkinan hamil diluar kandungan, melihat denyut jantung janin dan mengukur panjang janin (crown-rump length)
  2. Pemeriksaan kedua saat usia kehamilan 18-20 minggu untuk mendeteksi adanya cacat janin. Pada usia ini, ukuran janin sudah cukup besar sehingga dokter dapat mendeteksi kelainan anatomi janin dengan lebih akurat. Disamping itu, pemeriksaan USG kedua ini juga bertujuan untuk memastikan diagnosis hamil kembar, mengevaluasi pertumbuhan janin dan letak plasenta
  3. Pemeriksaan ketiga saat janin berusia sekitar 32 minggu atau lebih untuk mengevaluasi ukuran dan berat janin (pertumbuhan janin), mendeteksi lebih lanjut kelainan janin, posisi plasenta.

Pemeriksaan USG perlu dilakukan lebih sering jika dokter mencurigai kemungkinan adanya cacat janin dalam kandungan sehingga diperlukan evaluasi berkala untuk melihat kelainan tersebut. Umumnya kantung kehamilan sudah dapat dideteksi pada usia kehamilan 4 minggu. Sedangkan janin dan denyut jantung janin dapat diketahui saat usia kehamilan 6 minggu dengan bantuan USG doppler dan lebih jelas pada usia kehamilan 7 minggu.

  

Pada kehamilan yang dianggap beresiko dan memenuhi indikasi untuk dilakukan persalinan dengan tindakan operasi sesar, dimana usia kehamilan belum mencukupi waktunya, ditakutkan terjadinya pengembangan paru yang tidak sempurna yang dapat berakibat pada kematian pada bayi yang baru lahir akibat paru-paru yang belum matang sempurna. Untuk itu, sebelum dilahirkan, perlu dilakukan tindakan untuk pematangan paru bayi.

Surfaktan merupakan komponen yang penting dalam proses pengembangan paru. Surfaktan akan dikeluarkan pada usia kehamilan 24-26 minggu, dan mulai berfungsi aktif pada usia 32-34 minggu.

Produksi surfaktan dapat dipercepat lebih dini dengan meningkatnya pengeluaran kortisol janin yang disebabkan oleh stres, atau oleh pengobatan betamethasone atau deksamethason yang diberikan pada ibu yang diduga akan melahirkan bayi dengan defisiensi surfaktan atau kehamilan preterm 24-34 minggu.

Demikianlah jawaban yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. 

 

Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar