Sukses

Keluar darah segar saat berhubungan

05 Sep 2018, 10:31 WIB
Wanita, 26 tahun.

tgl 11 juni 2018 sya di kuret dok..krena BO.. stelah itu di cek sudah bersih dan mens kembali rutin di tgl 15 stiap bulan.. tgl 17 agts kbali haid dan berhenti tgl 26 agts.. kemarin saya saat berhubungan trus keluar darah segar. akan tetapi darah tersebut tidak membercak seperti haid. kalaw buang air kencing ada sedikit sech.. itu kenapa ya? apa karna terlalu dalam.? atau ada hub dgan kuretase kmrin ..? atau sudah tanda2 pembuahan?.. mohon di jawab terima ksih..

dr. Adeline Jaclyn

Dijawab Oleh:

dr. Adeline Jaclyn

Terima kasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter di KlikDokter. 

 

Kami memahami kekhawatiran Anda.   

Apakah keluhan keluar darah hanya setelah berhubungan intim? Apakah darah hanya keluar sesaat atau terus menerus hingga beberapa hari? Apakah ada keluhan lain yang dirasakan?

Bila keluhan darah keluar setelah berhubungan kemungkinan hal tersebut adalah post coital bleeding. Perdarahan setelah berhubungan seksual atau postcoital bleeding dapat terjadi karena beberapa alasan. Perdarahan pasca berhubungan seksual juga dapat terjadi karena adanya erosi di vagina dikarenakan baru pertama kali berhubungan atau berhubungan seksual belum terlalu sering sehingga vagina masih sempit, akibatnya penetrasi (penis masuk ke vagina), terutama bila wanita masih belum penuh terangsang dapat menyebabkan gesekan yang mengakibatkan luka atau lecet.

Apabila perdarahan yang timbul hanya sedikit dan tidak berlanjut, Anda tidak perlu merasa khawatir karena mungkin perdarahan tersebut timbul akibat robekan pada vagina (misal karena kekeringan, kondom, gesekan kuat, kuku jari, dsb). Namun lebih baik sementara ini Anda tidak melakukan hubungan seksual, mengingat bakteri vagina dapat menginfeksi luka tersebut.

Beberapa penyebab lain dari perdarahan pasca berhubungan seksual adalah :

•   Peradangan pada serviks (leher rahim) dimana hubungan seksual dapat menyebabkan perdarahan. Kondisi ini disebut dengan erosi serviks, umum terjadi pada wanita muda, wanita hamil, dan mereka yang memakai kontrasepsi pil

•   Polip serviks atau polip rahim. Umumnya polip ini jinak

•   Infeksi oleh klamidia, gonorea, trikomonas, dan jamur (Infeksi Menular Seksual)

•   Vaginitis atropi yang umum terjadi karena kekurangan hormon estrogen, terutama pada wanita post menopause.

•   Kurangnya lendir pada vagina menyebabkan hubungan seksual menjadi nyeri dan dapat terjadi perdarahan

•   Kanker leher rahim

•   Displasia serviks. Perubahan pre-kanker pada kanker leher rahim. Risiko meningkat dengan riwayat infeksi seksual sebelumnya, berhubungan seksual sebelum usia 18 tahun, melahirkan anak sebelum usia 16 tahun

•   Mioma rahim yaitu tumor jinak yang berasal dari dinding otot rahim

Bila keluhan menetap sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dapat dicari penyebabnya segera. Pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya. Untuk riwayat kuret sebelumnya harusnya tidak berkaitan dengan keluhan Anda saat ini.

Demikianlah jawaban yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. 

 

Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar