Sukses

Kista bartholin

04 Sep 2018, 09:03 WIB
Wanita, 24 tahun.

Dok saya wanita usia 24th . Saya mengalami kista bartholin lagi setelah bulan november 2017 yg lalu dan saya harini tumbuh lagi kistanya dok tapi tidak sesakit dlu dan ini masih kecil benjolannya disebelah bibir kanan vagina , kalo saya priksa sekarang apakah bakalan kempes dok setelah minum obat dari dokter atau nunggu kista bartholin membesar dulu lalu dipriksakan ? Dana apa yg memicu terkenanya kista bartholin dok aku suka makan timun apa pengaruh juga? Dan bagaimana dengan bahayanya apakah kemungkinan bisa tdk mempunyai anak ? Soalnya saya sudah menikah setahun tapi belum dikasih anak juga dok apakah pengaruh dengan kista bartholin ini? Dan bagaimana tindakan selanjutnya agar tidak tumbuh lagi dok . Terima kasih

dr. Adeline Jaclyn

Dijawab Oleh:

dr. Adeline Jaclyn

Terima kasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter di KlikDokter. 

 

Kami memahami kekhawatiran Anda.   

Kelenjar Bartholin merupakan 2 organ kecil di bawah kulit kelamin wanita. Kedua kelenjar ini terletak pada kedua sisi lipatan kulit kelamin (labia) yang mengelilingi vagina dan uretra. Umumnya, Anda tidak dapat meraba atau melihat kedua kelenjar ini.

Kelenjar Bartholin berfungsi memproduksi cairan yang melembapkan kelamin luar (vulva). Cairan ini keluar melalui 2 saluran yang terdapat di dekat mulut vagina. 

Apabila saluran kelenjar Bartholin tersumbat, cairan akan menumpuk di dalam kelenjar. Kondisi ini disebut dengan kista kelenjar Bartholin. Ukuran kista ini bervariasi dari sebesar kacang hijau hingga sebesar kelereng dan biasanya membesar secara perlahan. Bila saluran atau kelenjar Bartholin terinfeksi, kondisi ini disebut dengan abses kelenjar Bartholin.

Kista bartholin umum terjadi pada wanita usia 20-29 tahun terutama mereka yang belum pernah hamil atau baru hamil sekali. Kista tersebut tidak berbahaya namun dapat menyebabkan nyeri dan membuat jalan menjadi lebih sulit karena dapat terus membesar hingga ukurannya menjadi sebesar telur.

Kista kelenjar Bartholin umumnya kecil dan tidak nyeri, seringkali menghilang tanpa terapi apapun. Namun, bila Anda merasakan gejala tertentu dan bila kista terinfeksi, diperlukan terapi.

Saluran kelenjar Bartholin dapat tersumbat bila ada infeksi, lendir yang kental atau pembengkakan, sehingga terjadi kista. Kista ini bisa membesar mendekati waktu haid atau setelah berhubungan seksual.

Bila kista Bartholin berukuran kecil, umumnya tidak bergejala. Namun, kista yang makin besar atau yang terinfeksi (abses) memiliki gejala.

Gejala kista yang tidak terinfeksi yaitu:

  • Benjolan tanpa nyeri di area vulva
  • Kemerahan atau bengkak di area vulva
  • Rasa tidak nyaman/mengganjal ketika berjalan, duduk atau berhubungan seks

Gejala kista yang terinfeksi yaitu:

  • Nyeri yang semakin memburuk sehingga membuat kesulitan berjalan, duduk atau bergerak
  • Demam dan menggigil
  • Area vulva membengkak
  • Keluar cairan/nanah dari kista

Kista kecil dapat direndam di air hangat beberapa kali dalam sehari selama 3-4 hari untuk mengurangi nyeri dan agar kista dapat pecah dengan sendirinya. Atau dokter dapat memasang selang kecil / kateter untuk mengeluarkan cairan dari kista.

Kista yang tidak terinfeksi dapat menghilang sendiri tanpa pengobatan. Untuk mengurangi rasa nyeri, Anda dapat mengkonsumsi ibuprofen atau antinyeri lainnya. Untuk mempercepat penyembuhan, rendam area sekitar benjolan dengan air hangat.

Bila kista terinfeksi, kista tersebut dapat pecah dan akan menyembuh dengan sendirinya dalam 3-4 hari. Namun, bila kista sangat nyeri, sebaiknya dilakukan pembersihan oleh dokter. Antibiotik juga diperlukan untuk mengobati infeksi.

Saran kami, sebaiknya temui dokter kandungan atau dokter kulit kelamin agar dievaluasi penyebabnya dan mendapatkan pengobatan yang tepat. Kondisi ini tidak berbahaya namun tidak nyaman bagi penderitanya.

Demikianlah jawaban yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. 

 

Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar