Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

Verifikasi UmurStop Disini

Pertanyaan - #261207

02 Sep 2018, 07:03 WIB
Wanita, 15 tahun.

Dok, mau nanya. Saya udah dari smp kalau stress atau lagi ada masalah keluarga gitu saya pengen nangis tapi saya gak bisa nangis gitu. Karena gak bisa nangis gitu yah saya sering mukul kepala saya sendiri, trus coret coret tangan saya, saya juga dulu pernah ngelukain tangan saya pake cutter. Tapi, sekarang saya gak sampai ngelukain tangan pakai cutter lagi. Palingan cuman mukul kepala gitu pake tngan sendiri. Saya mau berhenti kek gitu tapi kayak gak bisa gitu.

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih atas kepercayaan anda berkonsultasi pada fitur Tanya Dokter,

Kami memahami kekhawatiran Anda. Perasaan sedih dapat berlanjut kepada kondisi depresi. Kondisi ingin melukai diri sendiri juga mengarah kepada depresi. Depresi adalah suatu keadaan umum dimana terjadinya pengurangan atau penurunan keadaan emosi dan mood dari suatu individu yang mengakibatkan gangguan di dalam aktivitasnya sehari-hari atau hilangnya fungsinya sebagai individu. Dasar umum untuk gangguan depresif tidak diketahui. Faktor penyebab dapat dibagi menjadi faktor biologis, faktor keturunan dan faktor psikososial, ketiga faktor tersebut dapat berdiri sendiri-sendiri maupun saling terkait yang menjadi penyebab dari gangguan bipolar/depresi.

GEJALA DAN TANDA

Terdapat 5 (lima) atau lebih gejala yang ditemukan di bawah ini selama periode dua minggu yang sama dan mewakili perubahan dari fungsinya sebagai individu sebelumnya ( dari 5 gejala yang ada minimal ada salah satu gejala mood depresi atau hilangnya minat atau bahagia)

  • Mood depresi hampir sepanjang hari, setiap hari ( merasa atau tampak sedih atau kosong) PS: pada anak-anak atau remaja dapat bermanifestasi sebagai mood yang mudah tersinggung.
  • Hilangnya minat atau keseangan yang jelas pada semua aspek atau hampir semua aspek sepanjang hari hampir setiap hari.
  • Penurunan berat badan yang bermakna, tetapi individu yang bersangkutan tidak melakukan diet atau olahraga yang rutin.
  • Insomnia atau hipersomniat tiap harinya.
  • Agitasi atau redartasi psikomotor (aktivitas atau gerakan motorik )
  • Kelelahan atau hilangnya energi tiap hari
  • Perasaan tidak berharga atau perasaan bersalah yang berlebihan atau tidak tepat.
  • Hilangnya kemampuan untuk berpikir atau memutuskan sesuatu.
  • Pikiran akan kematian yang berulang.
  • Gejala menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi social, pekerjaan atau fungsi penting lainnya.
  • Gejala bukan efek psikologis langsung dari obat
  • Gejala tidak lebih baik diterangkan oleh dukacita yaitu setelah kehilangan orang yang dicintai, gejala menetap lebih dari dua bulan atau diikuti oleh gangguan lainnya.

Apakah gejala yang Anda rinci telah Anda rasakan selama lebih dari 2 minggu? Apakah Anda tidak mampu lagi mengerjakan pekerjaan Anda sehari-hari? Bila Ya, cukup besar kemungkinan Anda terserang depresi. Namun untuk mendiagnosis secara langsung harus melalui wawancara langsung dengan dokter spesialis psikiatri, karena dokter spesialis harus menilai langsung mood dan afek yang Anda tunjukan (suasana perasaan yang tampak dari wajah, bahasa tubuh, dll). Adapun untuk pengobatan depresi berkisar dari obat-obatan dan terapi berupa konseling dengan dokter spesialis psikiatri, tergantung berat tidaknya depresi.

Pengobatan pasien dengan depresi harus tepat pada sasarannya, yakni keamanan dari pasien harus terjamin, pemeriksaan diagnostik yang lengkap harus dilakukan, yang ketiga adalah rencana pengobatan harus secara menyeluruh, bukan hanya mengatasi gejala tetapi juga mengatasi penyebab dari depresi itu sendiri. Untuk lamanya penggunaan obat Antidepresan tergantung dari keparahan kondisi pasien.

Semoga jawaban kami dapat menjawab pertanyaan Anda. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar