Sukses

Setiap Ujian Tangan Gemetar dan Tegang

31 Aug 2018, 10:08 WIB
Wanita, 22 tahun.

Dok sy mau bertanya kenapa setiap kali ujian tangan saya saat menulis seperti tegang dan berat sehingga tulisan sy jadi jelek padahal saat menulis biasa tangan saya tidak apa apa, kira kira apa yg menyebabkan sy seperti ya dok? Terimakasih sebelumnya dok

Terimakasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter.

Kami mencoba memahami kondisi Anda. Dari penjelasannya, ada kemungkinan Anda mengalami gangguan cemas.

Cemas/kecemasan adalah perasaan gelisah, khawatir atau takut. Setiap orang pasti pernah merasa cemas di beberapa titik dalam hidupnya, tetapi untuk sebagian orang perasaan ini bisa berlangsung terus menerus. Kecemasan dalam kadar tertentu (sedikit) dapat membantu, misalnya ketika Anda cemas sebelum ujian, hal itu akan membuat Anda lebih waspada/siaga sehingga performa akan lebih baik. Tetapi kecemasan yang terlalu banyak akan membuat Anda lelah dan sulit berkonsentrasi.

Kecemasan memiliki gejala psikologis dan fisik. Gejala psikologis termasuk:

  • Hampir selalu merasa khawatir atau gelisah
  • Sulit tertidur sehingga merasa lelah
  • Sulit berkonsentrasi
  • Menjadi mudah marah
  • Menjadi sangat waspada/siaga
  • Merasa di ujung tanduk/tidak bisa rileks
  • Seringkali membutuhkan penghiburan dari orang lain 
  • Merasa sedih

Ketika Anda cemas, tubuh akan mengeluarkan hormon stress seperti adrenalin dan kortisol. Hormon-hormon ini menimbulkan gejala fisik kecemasan, seperti peningkatan laju jantung dan berkeringat. Gejala lain yaitu:

  • Jantung berdebar-debar dan menyentak
  • Bernafas lebih cepat
  • Irama jantung tidak teratur
  • Merasa sakit
  • Nyeri dada
  • Sakit kepala
  • Berkeringat berlebihan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Rasa melayang seperti mau pingsan
  • Sering merasa ingin BAK
  • Rasa seperti ada yang menggelitik di dalam perut
  • Ketegangan otot-otot

Apabila gejala-gejala kecemasan ini sudah dialami dalam jangka waktu yang panjang (>2 bulan), kemungkinan besar Anda mengalami gangguan cemas.

Gangguan cemas mencakup beberapa kondisi, yaitu:

  1. Gangguan cemas menyeluruh
  2. Gangguan panik
  3. Fobia (agorafobia/fobia keramaian atau klaustrofobia/fobia ruang tertutup)
  4. Gangguan stress pasca trauma
  5. Gangguan cemas sosial (fobia sosial)
  6. Gangguan kepribadian obsesif kompulsif

Berikut adalah tabel perbedaan kecemasan sehari-hari yang normal dengan gangguan cemas:

Cemas Sehari-hari Gangguan Cemas
Khawatir apakah bisa membayar tagihan, mendapat pekerjaan, bila putus dari pasangan, atau kejadian-kejadian penting lainnya dalam hidup Khawatir yang konstan dan tidak berdasar sehingga menimbulkan stres dan mempengaruhi aktivitas sehari-hari
Rasa malu atau tidak percaya diri pada situasi sosial yang tidak nyaman atau canggung Menghindari situasi sosial karena takut dinilai, dihakimi, dipermalukan atau dihina
Cemas atau berkeringat sebelum 'ujian' yang besar seperti sidang skripsi, presentasi bisnis, pertunjukkan panggung, atau hal signifikan lainnya Tiba-tiba mengalami serangan panik dan mengalami preokupasi (kepikiran) dengan ketakutan mengalami serangan berikutnya
Ketakutan yang realistis terhadap objek-objek/tempat/situasi berbahaya Ketakutan yang tidak rasional atau penghindaran terhadap objek/tempat/situasi yang tidak mengancam atau potensi ancaman kecil
Kecemasan, kesedihan atau kesulitan tidur terjadi segera setelah kejadian yang membuat trauma Mimpi buruk berulang, teringat akan masa lalu, atau emosi terhadap kejadian traumatik yang sudah terjadi beberapa bulan/tahun sebelumnya

Sebelum menentukan Anda memang benar mengalami gangguan cemas, perlu disingkirkan kemungkinan penyakit-penyakit yang memberikan gejala serupa seperti anemia, gangguan jantung, hipertiroid, atau infeksi kronis. Jika semua pemeriksaan normal, kemungkinan besar Anda mengalami gangguan cemas.

Untuk mengatasi gangguan cemas yang Anda alami, perlu dibantu dengan konselor, baik seorang psikolog maupun psikiater. Bedanya, psikolog lebih banyak memberikan psikoterapi sedangkan psikiater memberikan psikoterapi dan obat. Siapapun yang Anda pilih, yang penting dapat membuat Anda merasa nyaman dan termotivasi untuk melakukan upaya-upaya mengatasi kecemasan tersebut.

Berikut ini adalah beberapa tip yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi kecemasan dan gangguan konsentrasi:

  1. Berolahraga rutin minimal 3 kali seminggu selama 30 menit. Olahraga akan mengeluarkan hormon endorfin yang membuat tubuh Anda menjadi rileks. Mulailah pelan-pelan, semampu Anda. Secara bertahap naikkan frekuensi dan intensitasnya.
  2. Hindari alkohol dan obat-obat terlarang.
  3. Hindari merokok dan minuman. berkafein karena dapat memperburuk rasa cemas yang sudah ada.
  4. Lakukan teknik relaksasi dan pengelolaan stres seperti meditasi dan yoga, atau sekedar menarik nafas 7 hitungan dan mengeluarkan nafas 11 hitungan selama beberapa kali hingga Anda merasa lebih baik.
  5. Usahakan cukup tidur.
  6. Usahakan selalu konsumsi makanan yang sehat dan mengandung banyak sayur/buah.
  7. Carilah waktu untuk bersenang-senang di sela kesibukan Anda, misalnya dengan berjalan-jalan bersama teman-teman baik atau melakukan hobi Anda. 
  8. Jika kecemasan menyerang, alihkan dengan bergerak (berjalan) atau melakukan hobi Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (FA)

    0 Komentar

    Belum ada komentar