Sukses

Indikasi Melakukan Kuret
30 Aug 2018, 20:20 WIB
Pria, 23 tahun.

Dok apakah siklus mens yang tidak teratur bisa dijadukan alasan untuk melakukan kuret ?

Terima kasih telah bertanya tentang Indikasi Melakukan Kuret melalui fitur Tanya Dokter

Cara menggugurkan kandungan atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah “abortus” adalah pengakhiran kehamilan sebelum usia 20 minggu kehamilan atau berat bayi kurang dari 500 g (ketika janin belum dapat hidup di luar kandungan).

Proses abortus dapat berlangsung secara :

Spontan / alamiah (terjadi secara alami, tanpa tindakan apapun)Buatan / sengaja (aborsi yang dilakukan secara sengaja),Terapeutik / medis (aborsi yang dilakukan atas indikasi medik karena terdapatnya suatu permasalahan atau komplikasi).Alasan

Aborsi yang dilakukan seorang wanita hamil memiliki berbagai macam alasan, baik alasan medis maupun alasan non medis. Menurut studi dari Aida Torres dan Jacqueline Sarroch Forrest (1998), menyatakan bahwa hanya 1 % kasus aborsi karena perkosaan atau incest (hubungan intim satu darah), 3 % karena membahayakan nyawa calon ibu, dan 3 % karena janin akan tumbuh dengan cacat tubuh yang serius. Sedangkan 93 % kasus aborsi lainnya adalah karena alasan-alasan non medis diantaranya adalah tidak ingin memiliki anak dengan alasan takut mengganggu karir atau sekolah, tidak memiliki cukup uang untuk merawat anak, dan tidak ingin memiliki anak tanpa ayah.

Penyebab

Penyebab abortus spontan bervariasi meliputi infeksi, faktor hormonal, kelainan bentuk rahim, faktor imunologi (kekebalan tubuh), dan penyakit dari ibu. Penyebab abortus pada umumnya terbagi atas faktor janin dan faktor ibu.

Faktor Janin

Pada umumnya abortus spontan yang terjadi karena faktor janin disebabkan karena terdapatnya kelainan pada perkembangan janin [seperti kelainan kromosom (genetik)], gangguan pada ari-ari, maupun kecelakaan pada janin. Frekuensi terjadinya kelainan kromosom (genetik) pada triwulan pertama berkisar sebesar 60%.

Faktor ibu

Beberapa hal yang berkaitan dengan faktor ibu yang dapat menyebabkan abortus spontan adalah faktor genetik orangtua yang berperan sebagai carrier (pembawa) di dalam kelainan genetik; infeksi pada kehamilan seperti herpes simpleks virus, cytomegalovirus, sifilis, gonorrhea; kelainan hormonal seperti hipertiroid, kencing manis yang tidak terkontrol; kelainan jantung; kelainan bawaan dari rahim, seperti rahim bikornu (rahim yang bertanduk), rahim yang bersepta (memiliki selaput pembatas di dalamnya) maupun parut rahim akibat riwayat kuret atau operasi rahim sebelumnya. Mioma pada rahim juga berkaitan dengan angka kejadian aborsi spontan. 

Khususnya di Indonesia, kuret dilakukan pada kasus dimana bayi sudah terbukti tidak bernyawa ataupun cacat berat yang tidak memungkinkan hidup. Dari faktor ibu, salah satu alasan yang dapat menjadi alasan dilakukan pengakhiran kehamilan adalah kondisi medis sang ibu yang terancam akibat kehamilan itu sendiri. Pada kasus dimana ibu mengalami depresi berat akibat kehamilan, Anda dapat mengkonsultasikannya langsung ke dokter kandungan. Dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan mengevaluasi. Adapun siklus haid yang tidak teratur tidak dapat diatasi dengan kuretase.

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan seputar Indikasi Melakukan Kuret. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar