Sukses

Pengobatan Katarak

29 Aug 2018, 10:33 WIB
Pria, 71 tahun.

Dengan hormat Saya seharus nya operasi katarak melalui BPJS. Setelah dilakukan pemeriksaan jumlah sel endotel, jumlahnya terlalu rendah, di cek ulang beberapa kali, terachir didapatkan jumlah sel 1100. Dokter memberitahu saya kalau tidak bisa dilakukan Fako operasi harus dengan cara lama menggunakan jahitan, tetapi juga dengan catatan tidak adanya 100% jaminan bisa sempurna, sehingga saya tunda dulu. Mohon nasehat dokter untuk hal ini. Terima kasih Sarojo

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terima kasih telah bertanya mengenai pasca operasi katarak menggunakan fitur Tanya Dokter.

Pertama-tama, izinkan kami untuk membahas sedikit mengenai katarak. Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat penambahan cairan di lensa, pemecahan protein lensa, atau kedua-duanya. Katarak merupakan penyebab kebutaan utama yang dapat diobati di dunia pada saat ini. Sebagian besar katarak timbul pada usia tua sebagai akibat pajanan terus menerus terhadap pengaruh lingkungan dan pengaruh lainnya seperti merokok, radiasi ultraviolet, dan peningkatan kadar gula darah. Katarak ini disebut sebagai katarak senilis (katarak terkait usia). Sejumlah kecil berhubungan dengan penyakit mata (glaukoma, ablasi, retinitis pigmentosa, trauma, uveitis, miopia tinggi, pengobatan tetes mata steroid, tumor intraokular) atau penyakit sistemik spesifik (diabetes, galaktosemia, hipokalsemia, steroid atau klorpromazin sistemik, rubela kongenital, distrofi miotonik, dermatitis atopik, sindrom Down, katarak turunan, radiasi sinar X).

Pasien dengan katarak mengeluh penglihatan seperti berasap dan tajam penglihatan menurun. Secara umum, penurunan tajam penglihatan berhubungan langsung dengan kepadatan katarak. Gejala utama yang dijumpai adalah penglihatan berkabut dan penglihatan yang semakin kabur. Pada gejala awal dapat terjadi penglihatan jauh kabur sedangkan penglihatan dekat sedikit membaik dibandingkan sebelumnya (second sight). Bila kualitas lensa memburuk atau terjadi kelelahan maka second sight ini akan menghilang. Gejala lain yang dijumpai pada katarak senilis adalah penigkatan rasa silau (glare). Pada lensa mata penderita katarak akan tampak bayangan putih. Selain itu dapat pula terjadi pandangan ganda, rabun senja dan terkadang membutuhkan cahaya yang lebih terang untuk membaca.

Satu-satunya terapi untuk pasien katarak adalah operasi katarak dimana lensa diangkat dari mata (ekstraksi lensa) dengan prosedur beberapa prosedur, yakni ekstraksi intrakapsular (ICCE), ekstraksi ekstrakapsular (ECCE), atau yang paling sering dilakukan yakni phacoemulsification.

Katarak biasanya berkembang lambat selama beberapa tahun. Apabila diperlukan pembedahan maka pengangkatan lensa akan memperbaiki ketajaman penglihatan pada >90% kasus. Sisanya mungkin telah mengalami kerusakan retina atau mengalami penyulit pasca bedah serius misalnya glaukoma, ablasio retina, atau infeksi yang mengambat pemulihan daya pandang. Adanya lensa intraokular dan lensa kontak kornea menyebabkan penyesuaian penglihatan setelah operasi katarak menjadi lebih mudah dibandingkan sewaktu hanya tersedia kacamata katarak yang tebal.

Terkait pertanyaan Anda, mengingat pentingnya wawancara medis yang mendetil dan pemeriksaan fisis secara langsung untuk menentukan penyebab dari keluhan Anda, kami sangat menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata secara langsung guna mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda utarakan, dan menilai penanganan yang dibutuhkan oleh Anda selanjutnya.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai pasca operasi katarak, semoga bermanfaat. Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar