Sukses

Keputihan Saat Hamil dan Nyeri BAK Setelah Berhubungan Intim

26 Aug 2018, 21:14 WIB
Wanita, 23 tahun.

Selamat siang dok, Sy ingin mengajukan keluhan, sy sedang hamil 29 minggu dan sering mengalami keputihan berwarna putih agak berlendir, dan agak berbau. Selain itu, stlh sy berhubungan suami istri dg suami sy, sy sering perih di daerah V sy ketika buang air kecil tp cuma stlh ketika berhubungan, apabila hari2 biasa alhamdulillah tidak ada keluhan. Penyebab dan cara menanggulanginya bgmn ya dok?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal (fisiologis) dan secara tidak normal (patologis). Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit / jamur / bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.

Keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Selain itu lakukan beberapa tips berikut ini untuk mencegah keputihan:

  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan
  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Jika keputihan yang dialami merupakan keputihan abnormal maka memerlukan pengobatan dengan antijamur / antibiotik / antiparasit sesuai dengan kuman penyebabnya. Pengobatan yang tidak tepat guna ataupun tidak tepat dosis dapat menimbulkan kekebalan kuman penyebabnya.

Ketahuilah ciri-ciri keputihan karena beda gejala, beda pula penyebabnya.

  • Jika keputihan saat hamil tidak berbau namun terdapat gejala nyeri saat berkemih atau berhubungan seksual, gatal dan rasa panas, kemungkinan keputihan disebabkan oleh infeksi jamur.
  • Jika keputihan saat hamil berwarna putih atau abu-abu disertai bau amis terutama setelah berhubungan seksual, kemungkinan keputihan disebabkan oleh infeksi bakteri.
  • Jika keputihan saat hamil berwarna kuning disertai bau, vagina terasa gatal dan berwarna merah, serta rasa tidak nyaman saat berkemih dan berhubungan seksual, kemungkinan keputihan disebabkan oleh bakteri trichomoniasis yang berasal dari infeksi akibat berhubungan seksual.

Terkait dengan keputihan yang Anda alami, kami menyarankan untuk berkonsultasi secara langsung dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan guna dilakukan pemeriksaan fisis secara langsung dan pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan, untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai. 

Klitoris yang terasa sakit mungkin disebabkan oleh adanya lecet akibat aktivitas hubungan intim ataupun masturbasi (onani). Rasa nyeri pada klitoris juga dapat disebabkan oleh infeksi pada daerah kemaluan. Tanda infeksi adalah klitoris yang membengkak dan kemerahan. Dapat disertai tanda infeksi di sekitarnya berupa rasa panas atau gatal, atau keputihan yang abnormal. Rasa nyeri juga dapat disebabkan oleh "trauma" atau cedera pada jaringan saraf klitoris. 

Untuk saat ini sebaiknya jangan lakukan akivitas seksual apapun. Jagalah kebersihan kemaluan. Jika memang ada gejala infeksi atau nyeri yang terus berlanjut sebaiknya kunjungi dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar