Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Memperbesar Penis, Bisakah?

26 Aug 2018, 03:39 WIB
Pria, 25 tahun.

Dok gimana caranya utk memperbesar penis karena penis saya terlampau kecil. Saya takut tidak bisa memuaskan istri saya. Kalau utk operasi penis dimana ya bisa dilakukan dan berapa biayanya?

Terimakasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi panjang dan besar penis seseorang, yaitu:

  1. Genetik. Faktor keturunan berperan penting terhadap ukuran penis saat dewasa.
  2. Ras/etnis. Etnis seseorang juga menentukan panjang penis. Dari berbagai penelitian, rata-rata panjang penis orang Indonesia (Asia/Melayu) saat tidak ereksi kurang lebih 7-8 cm dan saat ereksi bisa mencapai 11-12 cm.
  3. Diet. Makanan tinggi kalium seperti brokoli, tomat, ubi, wortel, bit, seledri, dan bawang putih dipercaya dapat melancarkan aliran darah penis. Diet tinggi serat, selenium, dan yang kaya vitamin E seperti kacang-kacangan, mangga, alpukat, dan kuning telur dapat mencegah radikal bebas yang menyebabkan "stress" dalam tubuh.  Makanan-makanan ini menjaga kesehatan sistem hormon agar tetap seimbang, termasuk menjaga kesehatan sistem hormon pria/testosteron yang berkontribusi terhadap ukuran penis.
  4. Merokok. Merokok mempengaruhi penis sama seperti pengaruhnya terhadap jantung dan pembuluh darah lainnya. Asap rokok merusak dinding pembuluh darah, membuatnya menjadi sempit dan berdampak buruk pada elastin, jaringan yang berperan dalam kemampuan untuk ereksi.
  5. Hormon. Testis (buah zakar) menghasilkan hormon testosteron. Aktivitas testis dimulai pada saat bayi berusia 3-4 bulan. Beberapa makanan seperti susu kedelai maupun lemak yang tinggi kandungan estrogennya akan menghambat produksi testosteron.

Para peneliti menemukan bahwa pengaruh hormon testosteron sangat penting terhadap perkembangan dan pertumbuhan penis. Terdapat 2 tahap vital yang menentukan ukuran penis ini, yang pertama adalah pada saat bayi masih di dalam kandungan (janin) pada saat bayi lahir hingga masa puber selesai. Di kedua tahapan ini, ekspresi hormon testosteron sangat diperlukan untuk pertumbuhan penis. Setelah masa puber, secara alami penis sudah tidak bisa membesar lagi. 

Hingga kini, tidak ada yang efektif sebagai cara memperbesar penis, termasuk tindakan operasi. Meskipun, memang satu-satunya cara memperbesar penis adalah melalui operasi, namun pembesaran penis dengan cara operasi tersebut ternyata tidak efektif. Produk-produk yang memberi janji dapat memperbesar kemaluan justru dapat "merusak" kemaluan itu sendiri. Banyak produk yang ditawarkan dengan janji bahwa produk tersebut dapat memperbesar penis. Namun tidak ada penelitian ilmiah yang mendukung penggunaan metode-metode non-operatif untuk memperbesar penis, dan secara medis tidak dianjurkan pembesaran penis dengan cara operasi hanya untuk alasan kosmetik. Sedangkan metode-metode yang ditawarkan justru dapat "merusak" penis dan beberapa menyebabkan impotensi. Karena itu, sebaiknya berpikir matang-matang sebelum mencoba produk apapun yang katanya dapat memperbesar penis. Bukannya mendapatkan hasil yang diinginkan, malahan mendapatkan efek samping menjadi impoten.

Baca juga: Memperbesar Ukuran Penis: Amankah?

Kami sertakan pula beberapa artikel untuk menambah informasi Anda:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (FA)

    0 Komentar

    Belum ada komentar