Sukses

Anak susah berbicara

25 Aug 2018, 16:13 WIB
Pria, 25 tahun.

Hallo dok, Saya punya keponakan lahir tahun 2012, nama Lio. Lio ini sampai sekarang susah untuk berbicara, tapi kalo menghitung angka tambah / kurang bisa untuk berbicara, tapi berbicara sehari-hari tidak bisa. pernah ke speisialis anak di rumah sakit siloam, disuruh terapi dan sudah terapi waktu lio masuk play group sampai sekarang. Kira-kira solusi terbaik buat Lio apa yah dok ? Terima kasih

dr. Adeline Jaclyn

Dijawab Oleh:

dr. Adeline Jaclyn

Terima kasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter di KlikDokter. 

 

Kami memahami kekhawatiran Anda. Keluhan Anda mengenai terlambat bicara pasti sangat mengganggu Anda.

Gangguan bicara dan bahasa adalah salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pada anak. Penyebab keterlambatan bicara sangat luas dan banyak. Gangguan tersebut ada yang ringan sampai yang berat, mulai dari yang bisa membaik hingga yang sulit untuk membaik. Keterlambatan bicara fungsional merupakan penyebab yang sering dialami oleh sebagian anak. Keterlambatan bicara golongan ini biasanya ringan dan hanya merupakan ketidakmatangan fungsi bicara pada anak. Pada usia tertentu terutama setelah usia 2 tahun akan membaik. Bila keterlambatan bicara tersebut bukan karena proses fungsional maka gangguan tersebut harus lebih diwaspadai karena bukan sesuatu yang ringan.

Terdapat 3 penyebab keterlambatan bicara terbanyak diantaranya adalah retardasi mental, gangguan pendengaran dan keterlambatan maturasi. Keterlambatan maturasi ini sering juga disebut keterlambatan bicara fungsional. Gangguan ini sering dialami oleh laki-laki dan sering tedapat riwayat keterlambatan bicara pada keluarga. Biasanya hal ini merupakan keterlambatan bicara yang ringan dan kemungkinan sembuhnya baik. Pada umumnya kemampuan bicara akan tampak membaik setelah memasuki usia 2 tahun. Terdapat penelitian yang melaporkan penderita keterlambatan ini kemampuan bicara saat masuk usia sekolah normal seperti anak lainnya.

Dalam keadaan ini biasanya fungsi reseptif (penerimaan) sangat baik dan kemampuan pemecahan masalah visuo-motor anak dalam keadaan normal. Anak hanya mengalami gangguan perkembangan ringan dalam fungsi ekspresif. Ciri khas lain adalah anak tidak menunjukkan kelainan saraf, gangguan pendengaran, gangguan kecerdasan, dan gangguan psikologis lainnya. Keterlambatan bicara fungsional pada anak sering dialami penderita yang mengalami gangguan alergi terutama dermatitis atopi (alergi) dan saluran cerna.Sebelum berasumsi macam-macam, pertama harus ditentukan terlebih dahulu penyebab keterlambatan bicara, misalnya :

1. Gangguan pendengaran. Harus diberi bantuan alat dengar baru terapi wicara

2. Keterlambatan fungsional. Dimana pola perkembangan kemampuan pemecahan masalah normal serta anak mengerti apa yang orang lain bicarakan. Umumnya karena kurang latihan, terlalu pasif, terlalu banyak bermain sendiri

3. Gangguan organ mulut. Yang ini biasanya tidak terlambat, tetapi bicara dengan artikulasi kurang baik. Terapi wicara sangat baik

4. Gangguan komunikasi sentral. Anak tidak mengerti apa yang dibicarakan, tidak dapat mengerti orang lain

5. Retardasi mental

6. Gangguan autistik/ autisme. Untuk gangguan autistik harus diperbaiki interaksinya dulu

Prinsip yang sebaiknya dipegang adalah keterlambatan bicara dapat ditoleransi apabila anak mengerti semua yang diucapkan padanya. Apabila anak tidak mengerti ucapan orang lain, anak cuek, tidak mau menatap mata orang, sulit menoleh ketika dipanggil, bicara bahasa yang tidak dimengerti sama sekali, dan hiperaktif, maka segera bawa si buah hati untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Psikiater.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu anak mulai belajar bicara adalah:

1. bermain bersama sesering mungkin

2. berkomunikasi dengan cara yang anak bisa lakukan ,beri respon terhadap suara yang anak keluarkan

3. apabila ada kata-kata muncul maka ajarkanlah anak artikulasi yang jelas, tunjukkan apa yang harus dia ucapkan. Contoh : ketika dia menunjuk bola maka ucapkanlah padanya “Ini BOLA, BOOO-LAAA”

4. jangan ikut bicara dengan bahasa anak. Contoh : tetap ucapkan kata ‘susu’ dibanding dengan ‘cucu’

Jika Anda masih khawatir sebaiknya Anda membawa anak Anda untuk berkonsultasi ke dokter spesialis anak agar diperiksa apakah memang anak Anda mengalami gangguan bicara. 

Demikianlah jawaban yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. 

 

Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar