Sukses

Kejang Tanpa Demam

24 Aug 2018, 10:44 WIB
Pria, 0 tahun.

selamat siang dok. anak saya usia 4 bulan. berat badan 8,6. pernah kejang2 tanpa demam, tetapi mulut tidak berbusa, sampai saat berjumlah 5x kejang, dan sudah konsultasi dokter dan diponis epilepsi tanpa diagnosa EEG. pertanyaan: apa benar anak saya positif epilepsi. minta solusi terbaik terhadap anak bayi saya, terimakasih dok.

Terima kasih telah bertanya tentang Kejang Tanpa Demam melalui fitur Tanya Dokter

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Epilepsi adalah sebuah gangguan saraf kronik yang ditandai oleh kejadian kejang berulang akibat gangguan aktivitas listrik di otak. Kondisi yang Anda alami bisa jadi merupakan sebuah serangan minor.

Setiap kondisi yang menyebabkan gangguan pola normal aktivitas saraf dapat menyebabkan kejang. Epilepsi dapat timbul dari perkembangan sel saraf yang tidak normal, ketidakseimbangan senyawa kimia dalam otak, atau kombinasi keduanya. Namun tidak semua kejang dapat dikatakan sebagai epilepsi. Diagnosis epilepsi baru ditegakkan setelah dilakukan wawancara medis lengkap dan pemeriksaan EEG.

Terapi epilepsi sebaiknya dilakukan sedini mungkin setelah diagnosis epilepsi ditegakkan. Terapi pilihan untuk epilepsi adalah dengan pemberian obat antikejang. Jenis obat yang dipilih disesuaikan dengan jenis dan variasi kejangnya. Kebanyakan pasien hanya memerlukan satu jenis obat (monoterapi), meski masih terdapat beberapa yang memerlukan dua jenis obat antikonvulsan atau lebih.

Sampai saat ini, epilepsi belum dapat disembuhkan, tetapi dapat dikontrol dengan obat-obatan (obat anti kejang) yang mencegah terjadinya epilepsi. Operasi untuk menyembuhkan operasi pun termasuk salah satu operasi yang sulit. Prosedur pembedahan hanya dipertimbangkan sebagai salah satu terapi pada kasus-kasus yang tidak responsif terhadap pengobatan antikejang.

Terdapat beberapa studi yang meneliti peran metoda pengobatan alternatif sebagai terapi epilepsi, seperti akupuntur, intervensi psikologis, vitamin, dan yoga namun tidak ada satupun diantaranya yang terbukti bermakna. Jadi dapat disimpulkan bahwa terapi epilepsi yang dilakukan pertama kali adalah dengan memberikan obat antikejang. Dan yang tidak kalah penting adalah tindakan pencegahan kejang itu sendiri. Sebaiknya pasien mulai mengenali faktor-faktor yang dapat memicu timbulnya kejang sehingga pajanannya dapat diminimalisir.

Sebagai kesimpulan, orang dengan epilepsi dapat hidup secara normal. Yang terpenting adalah penderita epilepsi tersebut mengikuti terapi yang sudah ditentukan oleh dokter, hindari pencetus kejang (bila ada), makan makanan bergizi, olahraga teratur, dan hindari stres.

Epilepsi bisa menyerang anak atau dewasa. Dan gejala akan timbul jika terdapat pemicunya. Untuk mencari pemicunya bisa Anda konsultasikan secara langsung ke Dokter spesialis anak terdekat.

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan seputar Kejang Tanpa Demam. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar