Sukses

Pertanyaan - #259131

23 Aug 2018, 09:52 WIB
Wanita, 24 tahun.

Assalamualaykum dok. Saya mau tanya semenjak lahir anak saya pk sufor krn asi saya blm keluar. Keluarga ngasih anak saya sufor s*m stlh 3hari d seling dgn asi tp masih dikit sekitar 30-60ml perhari. Hal tsb berlangsung selama 2minggu krn asi saya sudah tidak keluar lg selebihnya anak saya full sufor. Selama anak saya dikasih sufor s*m yg diseling dgn asi poopnya kuning aga ky pasta bisa diambil sehari cuma 2x pagi sm sore, tapi setelah usia anak saya 36hari sorenya tiba-tiba poopnya aga encer kuning dari hari itu smpe 4hari poopnya bisa sampe 6-7 kali dgn poopnya yg sedikit2. Saya pun khawatir takutnya anak fa cocok merk sufor ini. Sayapun ganti sufor pk l*c*t*g*n, poopnya jadi ijo aga encer gt. Skg pun anak saya msih pk susu lctgn tp poonya kadang kuning berlendir ada biji2nya, kdg hijau berlendir. Dan selama anak saya minum sufor suka ada ruam2 diwajah ky bentol gt. 1. Apakah yg terjadi dgn anak sy itu tidak cocok sufor? 2. Kalo kata orang tua dulu itu lg indah? Lg mau nambah pinter. 3. Perbedaan kandungan sufor s*m dan l*c*o*n apa dok? Terimakasih

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah bertanya di Fitur Tanya Dokter

Kami mengerti kekhawatiran Anda. Timbulnya ruam dan keluhan BAB pada anak Anda ada kemungkinan anak Anda mengalami alergi susu sapi.

Manifestasi klinis alergi protein susu sapi (APSA) pada anak paling banyak terlihat pada saluran pencernaan sebesar 50-60 persen. Sisanya terlihat di kulit dan saluran nafas. Gejalanya mulai dari ringan sampai berat hingga mengancam jiwa, seperti asma berat, udem laring, dan anafilaksis yang berakibat tidak sadar atau maut. Manifestasi pada saluran pencernaan biasanya dalam bentuk muntah, diare, dan diare berkepanjangan. Jika anak tidak mendapat pengobatan tepat, anak akan malnutrisi.apakah anak anda mengalami diare setelah mengkonsumsi susu?atau ada gejala-gejala alergi susu pada anak anda?

Alergi susu sapi adalah reaksi alergi sejati yang dapat dideteksi dengan tes darah dan/atau prosedur sederhana yang disebut uji cukit kulit untuk memastikan apakah anak anda alergi terhadap susu sapi.

Apabila anak anda benar menderita alergi susu sapi, sebaiknya anak anda menghindari segala makanan yang berbahan dasar susu sapi seperti keju, biskuit susu, dsb. Sebagai alternatif, susu kedelai, susu beras, susu gandunm, dan susu nabati lain dapat menggantikan susu sapi, namun perlu diketahui bahwa 20% anak yang alergi susu sapi juga memiliki alergi terhadap susu kedelai.

Untuk menentukan pengganti susu sapi, pendapat dokter spesialis Anak mungkin Anda perlukan. Optimalkan ASI kembali, dengan metode relaktasi. Relaktasi adalah praktik menyusui kembali bayi langsung ke payudara setelah dalam kurun waktu tertentu tidak menyusui atau menyusui secara parsial (mencampur pemberian ASI dengan makanan / minuman selain ASI) karena alasan tertentu. Relaktasi dapat dilakukan dengan diawali niat yang kuat untuk kembali menyusui. Ajak pasangan dan anggota keluarga serta orang-orang terdekat untuk mendukung ibu melakukan relaktasi. Semakin muda usia bayi, semakin mudah relaktasi dilakukan dan berhasil.

Hentikan total penggunaan dot dan botol, berikan susu atau makanan lain dengan menggunakan gelas atau sendok, agar bayi dapat lupa pada dotnya, dan mau mengisap payudara ibu.Persering kontak kulit antara ibu dan bayi. Guna dari kontak kulit ini agar hormon laktasi dirangsang oleh isapan mulut bayi. Kegunaan lain, bayi dapat mencium bau ibunya dan mengakrabkan diri dengan ibu.

Siapkan waktu dan kesabaran yang tinggi dalam menjalani proses relaktasi karena proses ini tidak bisa diukur jangka waktunya. Semua bergantung pada niat dan usaha masing-masing individu.Lama-kelamaan produksi ASI anda akan meningkat kembali apabila sering dilakukan rangsangan.

Demikian informasi seputar alergi susu sapi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar