Sukses

GERD vs serangan jantung

19 Aug 2018, 15:28 WIB
Pria, 19 tahun.

dok kemaren saya mendadak sesak napas, mual, dada terasa berat dan hampir pingsan entah kenapa saya reflek megang dada kiri saya dan saya rasa jantung saya berdebar debar(apa mungkin karena panik ? dan saya pikir saya terkena serangan jantung) padahal saya tidak melakukan aktivitas berat akhirnya saya langsung ke UGD. disana saya dikasih suntikan pereda otot dan dites EKG, Doktor bilang itu bukan serangan jantung kerna tes EKG jantung normal, tekanan darah 120 dan katanya umur saya masih cukup muda. doktor menduga itu adalah gerd. tapi sampai sekarang saya masih merasa hal yg sebutkan di atas tapi kata dokter bukan serangan jantung jadi saya agak sedikit tenang. gerd dan serangan jantung punya gejala yg sama bagaimna membedakannya ? dan bagaimana cara menyembuhkan gerd(asam lambung naik) ? dan apakah dengan tes-tes diatas sudah cukup membuktikan kalo itu bukan serangan jantung ? apa saya haru melakukan tes jantung lainnya ? sebelumnya terima kasih dok

dr. Adeline Jaclyn

Dijawab Oleh:

dr. Adeline Jaclyn

Terima kasih telah bertanya melalui fitur Tanya Dokter di KlikDokter. 

 

Kami memahami kekhawatiran Anda.   

Nyeri dada tidak selalu disebabkan oleh jantung. Keluhan seperti yang Anda sebutkan dapat disebabkan oleh berbagai sebab, diantaranya disebabkan karena gangguan jantung, gangguan otot atau tulang, paru-paru, saluran pencernaan atau psikologis.

Berikut ini adalah beberapa penyebab nyeri dada kiri:

  • Nyeri karena masalah otot dan tulang: biasanya muncul bila bagian tersebut ditekan, atau muncul dengan perubahan posisi. Nyeri akan membaik dengan antinyeri seperti paracetamol atau obat antiinflamasi lain.
  • Nyeri karena masalah paru-paru biasanya berkaitan dengan tarikan napas, dan disertai dengan keluhan-keluhan lain seperti demam, batuk, atau sesak.
  • Nyeri karena saluran pencernaan: biasanya karena maag/GERD. Gejala berupa rasa asam atau pahit di mulut dan nyeri ulu hati. Nyeri ini berkurang dengan pemberiaan obat lambung atau maag.
  • Nyeri dada karena masalah psikologis
  • Nyeri Dada Akibat Penyumbatan Pembuluh Darah Jantung

Gejala nyeri yang khas untuk keluhan penyakit jantung adalah nyeri dada  kiri yang digambarkan seperti tertimpa benda berat, ditekan, atau diremas, nyeri berlangsung 2-5 menit, dapat menjalar ke bahu kiri dan kedua lengan terutama pada permukaan tangan dan lengan bawah. Nyeri juga dapat menembus ke punggung, dasar dari leher, rahang, gigi, dan ulu hati. Nyeri yang demikian disebut dengan Angina atau dikenal serangan jantung. 

Gejala nyeri angina umumnya dipicu oleh latihan (olahraga, aktivitas fisik, aktivitas seksual), emosi (stres, marah, ketakutan, frustrasi), dan menghilang dengan istirahat atau kombinasi dari istirahat dan obat jantung yang diletakkan dibawah lidah (nitrogliserin sublingual). 

Selain gejala, tentunya dibutuhkan pemeriksaan tambahan, seperti pemeriksaan rekam jantung (EKG) untuk memastikan apakah keluhan yang Anda alami disebabkan karena penyakit jantung. Gejala penyakit jantung dapat dicurigai apabila Anda memiliki beberapa faktor risiko terkait, seperti :

  • Merokok, berapapun jumlahnya
  • Kadar kolesterol total dan kolesterol LDL yang tinggi
  • Hipertensi
  • Kadar kolesterol HDL yang rendah
  • Diabetes Mellitus
  • Usia lanjut
  • Obesitas (IMT > 25 mg/m2)
  • Kebiasan kurang bergerak/aktivitas fisik
  • Riwayat keluarga menderita PJK pada usia muda ( < 55 tahun untuk pria dan < 65 tahun untuk wanita)

 

 

Nyeri Dada Akibat Peningkatan Asam Lambung

Peningkatan asam lambung memang dapat juga menimbulkan gejala nyeri dada atau perasaan sesak dan sensasi nyeri dada, hal ini biasanya disebabkan oleh GERD atau Gastro-esophageal reflux disease (refluks asam lambung ke kerongkongan). Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya.

Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada dari GERD dapat meniru serangan jantung, kembung, begah/sesak, dan banyak lainnya.

Pengobatan GERD meliputi banyak hal. Yang utama dan terpenting adalah perubahan gaya hidup:

  • Obesitas dan kelebihan berat badan meningkatkan GERD. Penurunan berat badan dapat mengurangi gejala GERD
  • Berhenti merokok
  • Pasien yang dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Makanan terakhir hari harus diambil minimal 4 jam sebelum tidur. Berbaring segera setelah makan dapat memperburuk gejala GERD.
  • Hindari makanan dan minuman yang memicu asam lambung seperti alkohol, kopi, cokelat, tomat, makanan berlemak atau pedas.
  • Hindari pakaian ketat terutama di sekitar perut.
  • Meninggikan ujung kepala saat tidur sekitar 20 cm dengan menempatkan irisan atau blok di bawah bantal akan membantu untuk mengurangi gejala GERD.
  • Hindari penggunaan obat-obat yang dapat meningkatkan risiko GERD, seperti obat-obatan anti nyeri, steroid, anti kolinergik yang tidak sesuai dengan indikasi kesehatan.

Untuk memastikan sebaiknya periksakan ke dokter spesialis penyakit dalam agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik dan penunjang seperti rekam jantung (EKG) untuk mengetahui penyebab nyeri dada yang Anda rasakan sehingga Anda akan mendapatkan terapi yang optimal.

Namun, berdasarkan informasi yang Anda berikan, sudah dilakukan pemeriksaan EKG didapatkan hasil yang normal. Maka kemungkinan penyakit jantung kecil, ditambah usia Anda masih muda. Maka kemungkinan penyebabnya adalah penyakit lambung atau GERD. Maka dari itu sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam untuk pengobatan lebih lanjut.

 

Demikianlah jawaban yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. 

 

Salam sehat.

0 Komentar

Belum ada komentar