Sukses

Seputar Penyakit Stroke
18 Aug 2018, 14:38 WIB
Pria, 26 tahun.

bagaimana jika seorang yang terkena stroke dan mengalami tensi hingga 200? efek apa yang akan terjadi dengan orang itu?

Terimakasih telah bertanya tentang stroke melalui fitur Tanya Dokter.

Stroke

Stroke merupakan suatu kegawatdaruratan medis yang harus segera dikenali dan ditangani. Stroke dapat disebabkan oleh karena penyumbatan pembuluh darah di otak atau yang dikenal dengan stroke iskemik atau bisa juga karena disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak atau yang dikenal juga dengan stroke hemorrhagik. Masa golden period adalah tiga jam setelah stroke mulai menyerang. Karena pada masa ini penderita masih sangat mungkin untuk terhindar dari stroke, bila langsung ditangani dengan benar. 

Stroke atau serangan otak bisa terjadi akibat sumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik) yang memperdarahi otak. Kondisi ini menyebabkan kerusakan sel otak sehingga kehilangan fungsinya.

Gejala stroke bisa ringan hingga berat, dan dapat berupa:

  • Hilangnya rasa atau adanya sensasi abnormal pada lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh
  • Kelemahan atau kelumpuhan lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh
  • Hilangnya sebagian penglihatan atau pendengaran
  • Penglihatan ganda
  • Pusing
  • Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat
  • Tidak mampu mengenali bagian dari tubuh
  • Pergerakan yang tidak biasa
  • Hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih
  • Ketidakseimbangan dan terjatuh
  • Pingsan

 

Kesembuhan stroke ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain: lokasi dan luas area lesi (pembuluh darah mana yang tersumbat), umur, tipe stroke, cepat lambatnya penanganan serta kerjasama tim medis dengan pasien dan keluarga. Bila pasien bisa mengatasi serangan akut, mempunyai tingkat kesembuhan yang baik dan dengan rehabilitasi yang aktif, banyak pasien dapat beraktifitas dengan sendiri tanpa ketergantungan dari orang lain. 

Karena yang terserang pada stroke adalah sel saraf, gangguan yang terjadi setelahnya bisa menetap dan sulit dikembalikan fungsinya ke level normal. Namun, dapat diperlambat perburukannya dengan terapi dini dan penanganan yang tepat.

Hipertensi

Tekanan darah adalah kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh organ-organ di dalam tubuh. Penyakit hipertensi terjadi apabila tekanan darah sistolik (tekanan darah saat jantung kontraksi) sama dengan atau di atas 140 mmHg atau tekanan darah diastolik (tekanan darah saat jantung relaksasi) sama dengan atau di atas 90 mmHg.

Faktor risiko tekanan darah tinggi adalah usia, riwayat keluarga, jenis kelamin (pria lebih cenderung memiliki tekanan darah tinggi dibanding wanita), merokok, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik.

Dengan tekanan darah Anda mencapai 200 Sehingga dapat dikaitkan jika sudah hipertensi berarti dapat memicu stroke dengan kalsifikasi stroke tersebut.

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar stroke. Semoga bermanfaat. 

Salam.

0 Komentar

Belum ada komentar