Sukses

Berhubungan Seks Lewat Anus, Apakah Menularkan HIV?

17 Aug 2018, 20:18 WIB
Wanita, 20 tahun.

pagi dok. pada rentang 2012-2014 saya pernah melakukan seks anal beberapa kali. terakhir melakukan satu kali pada 2017 awal. saya tidak pernah menunjukkan gejala penurunan imunitas atau pun gatal2. hanya saja saya memiliki benjolan di anus yang seperti wasir dimana juka ototnya ditegangkan maka akan terasa sakit anusnya. dia tidak tampak dari luar dan hanya bisa terasa jika dipegang dinding anusnya. pertanyaannya apakah saya tetap beresiko terkena HIV? dan kalau mau periksa tentang benjolan di anus ini saya harus menemui dokter spesialis apa? terimakasih

Terima kasih telah bertanya seputar penularan HIV ini melalui fitur Tanya Dokter.

Berhubungan seksual melalui anus ini memang berpotensi menularkan HIV. Selain hubungan seksual melalui anus ini ada beerapa hal lainnya yang dapat menularkan HIV:

  • Lewat cairan darah:Melalui transfusi darah / produk darah yg sudah tercemar HIV
  • Lewat pemakaian jarum suntik yang sudah tercemar HIV, yang dipakai bergantian tanpa disterilkan, misalnya pemakaian jarum suntik dikalangan pengguna Narkotika Suntikan. Melalui pemakaian jarum suntik yang berulangkali dalam kegiatan lain, misalnya : peyuntikan obat, imunisasi, pemakaian alat tusuk yang menembus kulit, misalnya alat tindik, tato, dan alat facial wajah
  • Lewat cairan sperma dan cairan vagina :Melalui hubungan seks penetratif (penis masuk kedalam Vagina/Anus), tanpa menggunakan kondom, sehingga memungkinkan tercampurnya cairan sperma dengan cairan vagina (untuk hubungan seks lewat vagina) ; atau tercampurnya cairan sperma dengan darah, yang mungkin terjadi dalam hubungan seks lewat anus.
  • Lewat Air Susu Ibu :Penularan ini dimungkinkan dari seorang ibu hamil yang HIV positif, dan melahirkan lewat vagina; kemudian menyusui bayinya dengan ASI.
  • Kemungkinan penularan dari ibu ke bayi (Mother-to-Child Transmission) ini berkisar hingga 30%, artinya dari setiap 10 kehamilan dari ibu HIV positif kemungkinan ada 3 bayi yang lahir dengan HIV positif.
  • Bila tidak ada kontak dengan darah (misalnya pertemuan luka dengan luka) dan tidak ada pertukaran cairan vagina/mani maka risiko untuk tertularnya HIV tidak ada.

Gejala Awal dari infeksi HIV-AIDS adalah:

  • Nyeri kepala
  • Diare
  • Mual dan Muntah
  • Lelah
  • Nyeri otot
  • Nyeri menelan
  • Lesi merah pada tubuh yang biasanya tidak gatal dan biasanya muncul di bagian dada

Demam Jika Anda memiliki faktor resiko, Anda dapat melakukan pemeriksaan laboratorium HIV dengan melakukan konseling sebelumnya. Jika Anda tidak memiliki faktor resiko, mual muntah yang Anda alami dapat saja karena sebab lain seperti sakit maag, infeksi saluran pencernaan, dsb. Anda dapat melakukan pemeriksaan fisik lebih lanjut ke dokter Anda.

Sebelum mengobati, tentu diagnosis harus terlebih dahulu ditegakkan, apakah benar bahwa benjolan anus yang anak Anda alami adalah  sebuah wasir atau bukan. Izinkan kami menjelaskan tentang apa itu wasir atau hemorrhoid.

Hemorrhoid merupakan pembengkakan dan peradangan pada pembuluh darah balik (vena) pada daerah rektum atau anus. Di Amerika, 50% populasi usia 50an menderita wasir. Dan diperkirakan sekitar 50-85% populasi dunia akan mengalami gejala wasir pada periode tertentu dalam hidupnya.

Hemorrhoid dibagi menjadi 2 tipe :

  • Hemorrhoid eksterna: wasir dapat terlihat dari luar tanpa menggunakan alat apa-apa. Biasanya menimbulkan keluhan nyeri. Dapat terjadi pembengkakan dan iritasi. Jika terjadi iritasi, gejala yang muncul berupa gatal. Wasir jenis ini rentan terhadap trombosis (penggumpalan darah). Jika pembuluh darah vena pecah yang mengalami kelainan pecah, maka penggumpalan darah akan terjadi sehingga akan menimbulkan keluhan nyeri yang lebih hebat.
  • Hemorrhoid interna: wasir yang muncul didalam rektum., biasanya tidak nyeri. Perdarahan dapat timbul jika mengalami iritasi. Perdarahan yang terjadi bersifat menetes.

Pengobatan hemoroid tergantung dari jenis dan stadiumnya yang untuk mengetahuinya perlu pemeriksaan fisik secara langsung. Oleh karena itu kami sarankan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah untuk diagnosis pasti dan penanganannya secara langsung. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai benjolan di anus. Semoga bermanfaat. Salam. 

0 Komentar

Belum ada komentar