Sukses

Penanganan Rematik

17 Aug 2018, 10:35 WIB
Pria, 26 tahun.

Apa benar mandi di atas jam 8 malam menyebabkan penyakit rematik?

Terima kasih telah mengajukan pertanyaan mengenai penyakit rematik melalui fitur Tanya Dokter. 

Berita tersebut adalah mitos, berikut akan kami jelaskan sekilas. Artritis Reumatoid (AR) atau rematik adalah suatu penyakit otoimun sistemik yang menyebabkan peradangan pada sendi. Dengan berjalannya waktu, dapat terjadi erosi tulang, destruksi (kehancuran) rawan sendi dan kerusakan total sendi. Akhirnya, kondisi ini dapat pula mengenai berbagai organ tubuh.

Gejala dan tanda dari AR dapat dilihat sebagai berikut :

Nyeri sendiPembengkakan sendiNyeri sendi bila disentuh atau di tekanTangan kemerahanLemasKekakuan pada pagi hari yang bertahan sekitar 30 menitDemamBerat badan turunArtritis reumatoid biasanya menyebabkan masalah dibeberapa sendi dalam waktu yang sama. Pada tahap awal biasanya mengenai sendi-sendi kecil seperti, pergelangan tangan, tangan, pergelangan kaki, dan kaki. Dalam perjalanan penyakitnya, selanjutnya akan mengenai sendi bahu, siku, lutut, panggul, rahang dan leher.

Pemeriksaan tambahan yang dapat dilakukan adalah pemeriksaaan darah rutin. Orang dengan RA pemeriksaan laju endap darah (LED) cenderung meningkat, pemeriksaan ini dapat memperlihatkan adanya proses peradangan dalam tubuh. Untuk menentukan adanya peradangan juga dapat dinilai melalui pemeriksaan C-reactive protein (CRP). Jika hasil CRP Anda meningkat dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan faktor reumatoid (RF) untuk mengetahui apakah benar artirtis reumatoid. Faktor reumatoid merupakan antibodi yang didapatkan pada sekitar 70-90% penderita artritis reumatoid. Pemeriksaan terbaru untuk mengkonfirmasi artritis reumatoid adalah anti-cyclic citrullinated peptide antibody (anti-CCP). Pemeriksaan Anti nuclear antibody (ANA) ditujukan untuk mengetahui apakah seseorang menderita penyakit autoimun, dapat digunakan untuk mendiagnosis pasien lupus, polymyositis, sjrogen syndrome, artritis reumatoid. 95% pasien yang menderita lupus menunjukan hasil ANA positif dan sekitar 50% pasien yang positif ANA nya menderita artritis reumatoid.

Selain itu juga dapat dilakukan analisa cairan sendi. Dokter Anda akan mengambil cairan sendi dengan menggunakan jarum steril, lalu cairan sendi akan dianalisa apakah terdapat peningkatan kadar leukosit atau tidak dan juga dapat menyingkirkan kemungkinan penyakit rematik lainnya.

Pemeriksaan foto rontgen dilakukan untuk melihat progesifitas penyakit RA. Dari hasil foto dapat dilihat adanya kerusakan jaringan lunak maupun tulang. Pemeriksaaan ini dapat memonitor progresifitas dan kerusakan sendi jangka panjang.

Tidak ada diet khusus untuk penderita artritis reumatoid dikarenakan penyebabnya yang autoimun. Tetapi ada makanan yang dapat mencegah peradangan pada artritis seperti ikan yang kaya akan omega-3 sehingga dapat menurunkan kadar inflamasi/peradangan dalam darah, selain itu juga perbanyak konsumsi buah dan sayuran yang kaya antioksidan seperti stroberi, anggur, jeruk, bayam.

Cobalah untuk berolahraga minimal 3x/minggu, masing-masing sesi dilakukan minimal 30 menit. Nyeri sendi dapat dikurangi dengan mengkonsumsi obat anti nyeri seperti paracetamol, ibuprofen, natrium diklofenak, aspirin. Namun obat tersebut tidak boleh digunakan sembarangan dan berlebihan karena dapat menimbulkan efek samping.

Mengenai keterkaitan konsumsi buah yang rasanya asam dengan kondisi Anda perlu dilakukan pemeriksaan fisik lebih lanjut, oleh karena itu kami sarankan Anda melakukan konsutasi langsung dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan dan diketahui penyebabnya. 

Demikian informasi mengenai penyakit rematik yang dapat kami berikan, semoga informasi ini bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar