Sukses

Penanganan Stroke Akibat Penyumbatan Pembuluh Darah
17 Agu 2018, 10:00 WIB
Pria, 30 tahun.

Permisi dok, saya izin bertanya??, ibu saya sekarang dirawat di rs, discan dan dinyatakan terkena stroke ada pnyumbatan di bgian ke 2 otakx kanan dan kiri, dan mengakibatkan tidak bisa bergerak anggota tubuhx, hnya tngan seblah kanan yg bisa bergerak, berbicra pun gk bisa, tp buat makan msih bisa mlah makanx bnyak, tdk mengenali siapa yg didekatnya, tdk merespon,, yg saya tnyakan apa yg haruz sya lakukan spya ibu sya sembuh?, haruz brpa lama sya menunggu di rumah sakit yang tak kunjung ada perubahan, untuk sakit yang seperti itu haruzx dilakukan penanganan seperti apa?, dan menghabiskan dana berapa?,

Terima kasih telah bertanya seputar Penanganan Stroke Akibat Penyumbatan Pembuluh Darah menggunakan fitur Tanya Dokter

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Stroke merupakan suatu kegawatdaruratan medis yang harus segera dikenali dan ditangani. Stroke dapat disebabkan oleh karena penyumbatan pembuluh darah di otak atau yang dikenal dengan stroke iskemik atau bisa juga karena disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak atau yang dikenal juga dengan stroke hemoragik.

Pada kasus Ibu Anda sepertinya mengalami stroke iskemik yang disebabkan oleh pengentalan darah yang menyumbat aliran darah di pembuluh darah otak.

Penyumbatan pembuluh darah otak disebabkan oleh penumpukan plak-plak (tumpukan) kolesterol di dalam pembuluh darah otak, sehingga nutrisi dan oksigen yang seharusnya dapat dialirkan ke otak menjadi berkurang. Tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes mellitus merupakan beberapa penyakit yang memiliki risiko tinggi untuk terkena stroke.

Seseorang yang mengalami serangan stroke harus sesegera mungkin dibawa ke rumah sakit untuk mencegah berlanjutnya kerusakan di otak dan kemungkinan untuk pulih menjadi normal.

Masa golden period adalah tiga jam setelah stroke mulai menyerang. Karena pada masa ini penderita masih sangat mungkin untuk terhindar dari stroke, bila langsung ditangani dengan benar. Hal ini dapat menolong penderita untuk mengalami stroke yang lebih berat.

Keterlambatan dalam penanganan stroke dapat meningkatkan resiko kecacatan dan bahkan kematian. Waktu merupakan hal yang sangat penting sehingga semua orang harus mengetahui gejalanya dan bertindak cepat. Berikut adalah cara yang mudah untuk mengenali gejalanya. Ingatlah kata FAST, masing-masing terdiri dari singkatan gejalanya:

F atau Face (wajah). Mintalah orang tersebut untuk tersenyum. Apakah ada sisi sebelah wajah yang tertinggal? Apakah wajah atau matanya terlihat jereng atau tidak simetris? Jika ya, orang tersebut mungkin saja sedang mengalami stroke.

A atau Arms (tangan). Mintalah orang tersebut untuk mengangkat kedua tangan. Apakah ia mengalami kesulitan untuk mengangkat salah satu atau kedua tangannya? Apakah salah satu atau kedua tangannya dapat ditekuk?

S atau Speech (perkataan). Mintalah orang tersebut untuk berbicara atau mengulangi suatu kalimat. Apakah bicaranya terdengar tidak jelas atau pelo? Apakah ia kesulitan atau tidak berbicara? Apakah ia memiliki kesulitan untuk memahami yang Anda katakan?

T atau Time (waktu).

Jika ia memiliki seluruh gejala yang disebutkan di atas, orang tersebut mungkin mengalami stroke. Selalu ingatlah bahwa stroke merupakan kasus yang darurat. Anda harus segera membawa orang tersebut ke rumah sakit. Ingatlah juga untuk mencatat waktu kapan orang tersebut mengalami gejala-gejala itu. Untuk membantu dokter dalam menentukan terapi. Kenali juga gejala stroke lainnya seperti:

Pingsan

Kehilangan kesadaran

Kelumpuhan tiba-tiba wajah, tangan atau kaki, terutama pada sisi sebelah tubuh

Kesulitan melihat dengan salah satu atau kedua mata

Kesulitan berjalan

Gangguan koordinasi atau keseimbangan

Orang yang berisiko tinggi mendapat serangan stroke antara lain :

Penderita tekanan darah tinggi

Penderita kolesterol tinggi

Penderita gula darah (diabetes mellitus)

Perokok

Penderita atrial fibrilation

Obesitas

Tidak pernah berolah raga

Terdapat riwayat stroke pada keluarga

Pernah mengalami serangan stroke sebelumnya

Serangan stroke berulang sangat mungkin terjadi. Untuk memastikan diagnosis stroke, sebaiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan CT-scan atau MRI. Dengan diketahui penyebabnya, apakah akibat sumbatan pembuluh darah atau akibat perdarahan, maka dokter dapat memberikan pengobatan yang tepat sehingga kelumpuhan dan gejala lainnya dapat dicegah bahkan dipulihkan kembali. Sekitar 50% penderita yang mengalami kelumpuhan separuh badan bisa kembali memenuhi kebutuhan dasarnya sendiri setelah menjalani pengobatan yang tepat secepatnya.

Untuk itu penanganan pertama yang dapat dilakukan bagi orang yang terkena serangan stroke adalah sesegera mungkin membawanya ke rumah sakit, karena pertama-tama perlu diketahui dulu jenis stroke nya melalui pemeriksaan CT scan dan MRI, barulah dokter akan menangani sesuai penyebabnya misalnya dengan obat atau tindakan pembedahan. 

Yang terpenting adalah menjaga kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darah mama Anda dalam batas normal serta menjalani gaya hidup sehat.

Untuk pencegahan stroke berulang dapat dengan menjalankan gaya hidup sehat dengan cara :

menghindari : rokok, stres mental, alkohol, kegemukan, konsumsi garam berlebihmengurangi : kolesterol dan lemak dalam makananmengendalikan : hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, penyakit sumbatan pembuluh darahmenganjurkan : asupan gizi seimbang dan olah raga teraturKami sarankan Ibu Anda untuk tetap rutin kontrol ke dokter spesialis saraf yang menanganinya agar dapat diketahui perbaikan maupun perburukan dalam proses penyembuhannya sehingga ibu Anda akan mendapatkan penanganan yang optimal.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.Salam,

1 Komentar

  • Cheysa Ade

    permisu dok.. mf mau bertanya.. ayah ku mnderita stroke sdh 2 bln.. sdh ct scan hasilnya ada penyumbatan darah di otak.. kaki kiri dan tangan kiri ga berfungsi normal dok.. apakah ada cara laen selain fisioterapy dok ?? apakh ada obat yg bs mengencerkan pembekuan drah di otak trrsebut dok ??