Sukses

Mengatasi Mata Minus dan Silinder
17 Aug 2018, 09:58 WIB
Pria, 17 tahun.

begini dok saya memiliki mata minus dan slinder di sebelah kiri 3.00 sedangkan kanan 0,50 . apakah mata saya harus menggunakan kaca mata atau bagaimana ya dok? dan sebelumnya dokternya menyuruh menggunakan kaca mata,sedangkan sudut derajat mata nya tidak dituliskan. apakah saya harus kembali lagi ke dokter mata trsbut untuk menanyakannya?

Terima kasih telah bertanya seputar Mengatasi Mata Minus dan Silinder menggunakan fitur Tanya Dokter

Mata minus atau Miopia disebut rabun jauh karena berkurangnya kemampuan melihat jauh tapi dapat melihat dekat dengan lebih baik. Miopia terjadi jika kornea (terlalu cembung) dan lensa (kecembungan kuat) berkekuatan lebih atau bola mata terlalu panjang sehingga titik fokus sinar yang dibiaskan akan terletak di depan retina. Pada dasarnya, progresivitas rabun jauh akan menjadi stabil mulai usia 20 tahun, artinya minus tidak akan bertambah, atau kalaupun bertambah hanya sedikit.

Koreksi mata miopia dengan memakai lensa minus/negatif ukuran teringan yang sesuai untuk mengurangi kekuatan daya pembiasan di dalam mata. Biasanya pengobatan dengan kaca mata dan lensa kontak. Untuk mencegah penambahan minus, sebaiknya pasien juga menjalani gaya hidup sehat bagi mata, seperti mengatur jarak baca 40 - 45 cm dengan cahaya yang cukup, mengistirahatkan mata setiap kali melakukan kegiatan membaca buku atau menggunakan komputer, serta makan makanan yang banyak mengandung vitamin A.

Sedangkan satu-satunya cara untuk mengurangi minus dengan tindakan medis adalah dengan melakukan pembedahan pada kornea mata, yaitu dengan keratotomi radial, keratotomi fotorefraktif, atau Laser Asissted In situ Interlamelar Keratomilieusis (LASIK).

Hal yang serupa juga berlaku sama dengan kelainan astigmatisme.

Silindris disebut juga astigmatisme, merupakan kelainan refraksi pada kornea atau lensa mata. Hal ini disebabkan karena kelengkungan kornea atau lensa mata tidak seragam.

Kelainan reftaksi pada astigmatisme menyebabkan banyangan jatuh tidak pada satu titik, akhirnya menyebabkan benda tampak kabur. Hal ini terjadi karena kelengkungan kornea atau lensa yang tidak simetris seperti bola.

Penyebab dari astigmatisme masih belum diketahui namun belum ada yang menyebutkan bahwa penyakit ini adalah penyakit genetik. Kelainan refraksi ini dapat dikoreksi dengan lensa silindris atau dengan pembedahan mata seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.

Mata minus selain dipengaruhi oleh faktor genetik bentuk bola mata juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti yang telah dipaparkan di atas. Kecepatan terjadinya minus juga dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari.

Kami sarankan Anda memerikasakn kondisi mata Anda ke dokter spesialis mata untuk penanganan lebih lanjut. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar