Sukses

Konstipasi
16 Aug 2018, 11:18 WIB
Wanita, 38 tahun.

Selamat pagi dok Dok saya mo bertanya dok Saya sakit perut sebelah kiri sampe ke pinggang belakang dok rasa sakit nya denyut denyut dok klo saya duduk mo berdiri sakit x dokberdenyut denyut dok klo saya bab dok keras dok buang air kecil lancar dok pinggang kiri saya sampe ke bawah denyut dok pi yg paling sakit dok di perut sebelah kiri yg hampir ke pinggang dok sakit apa ya dok bagaimana mengatasi nya ya dok Makasi ya dok

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terimakasih telah bertanya tentang konstipasi melalui fitur Tanya Dokter.

Sulit BAB karena konsistensinya yang lebih keras disebut juga dengan konstipasi, dalam istilah awam dikenal dengan sembelit.

Konstipasi/sembelit adalah keadaan jarangnya frekuensi buang air besar (BAB), penurunan frekuensi gerakan usus, BAB keras dan sulit. Konstipasi ini dapat mengakibatkan wasir/hemoroid apabila terus-menerus terjadi.

Gejala lain dari konstipasi adalah:

BAB kurang dari 3 kali semingguBAB keras atau bergumpal-gumpalHarus mengedan ketika BABTerasa seperti ada sumbatan pada rektum yang menghambat pengeluaran tinjaTerasa seperti tidak bisa mengeluarkan tinja secara tuntasMemerlukan bantuan untuk mengosongkan rektum, seperti menggunakan tangan untuk menekan perut atau jari-jari untuk mengeluarkan tinja dari rektumBila ibu Anda mengalami 2 atau lebih dari gejala-gejala di atas selama 3 bulan terakhir, artinya ia mengalami konstipasi kronis.

Penyebab konstipasi sangat banyak, yaitu:

Hambatan pada kolon/usus besar atau rektum, yang disebabkan oleh fisura ani (lecet/luka pada anus), obstruksi usus, kanker usus besar, striktur usus (penyempitan rongga usus besar), kanker rektum, dan rektokel (kantong rektum membonjol ke arah dinding belakang vagina).Gangguan pada saraf-saraf di sekitar kolon dan rektum, yang terjadi pada neuropati otonom, sklerosis multipel, penyakit Parkinson, cedera saraf tulang belakang, dan stroke.Gangguan pada otot-otot yang terlibat dalam proses BAB, seperti ketidakmampuan untuk merelaksasi otot-otot panggul yang diperlukan untuk mengeluarkan tinja (anismus), otot panggul melemah atau tidak berkontraksi secara benar.Kondisi-kondisi yang mempengaruhi hormon tubuh, seperti diabetes, hiperparatiroidisme, kehamilan, dan hipotiroidisme.

Selain kondisi-kondisi di atas, hal-hal berikut juga meningkatkan risikoAnda mengalami konstipasi, yaitu:

Usia dewasaSeorang wanitaKurang minum/dehidrasiDiet rendah seratKurang berolahragaMenggunakan obat-obatan tertentu seperti sedatif, narkotik, antidepresan, atau obat-obat penurun tekanan darahMengalami gangguan jiwa seperti depresi atau kelainan pola makanUntuk mengatasi konstipasi, dapat dilakukan beberapa hal, yaitu:

Makan makanan yang tinggi kadar seratnya. Makanan yang mengandung banyak serat, akan membantu tubuh membentuk tinja yang lebih lunak. Jenis makanan tersebut, diantaranya adalah kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran. Hindari atau kurangi makanan yang tidak atau hanya sedikit mengandung serta, seperti keju, daging, dan makanan yang mengalami pemrosesan (misalnya diasap). Sebaiknya jumlah konsumsi makanan tinggi serat ini dilakukan secara bertahap, awalnya hanya sedikit, lalu ditingkatkn sedikit-sedikit. Hal ini perlu dilakukan karena jka saluran cerna belum terbiasa dengan serat yang dimakan, justru akan menimbulkan keluhan kembung.Berolahraga secara teratur. Aktivitas fisik akan membantu menstimulasi aktivitas usus.Asupan cairan yang cukup. Minum air atau cairan lain dalam jumlah cukup akan membantu melunakkan tinjaJangan menahan BAB.Bila perlu, gunakan pencahar. Pencahar yang paling aman ialah yang mengandung laktulosa. Pencahar ini bekerja dengan membentuk massa, yang kemudian akan merangsang usus besar untuk BAB.

Mengenai nyeri pinggang yang Anda rasakan, dapat berhubungan atau tidak dengan BAB keras Anda. Penyebab nyeri pinggang dapat berawal dari masalah pencernaan, sakit ginjal, serta persarafan. Sayangnya sulit untuk mengetahui penyebab mana yang palign sesuai dengan Anda tanpa pemeriksaan secara langsung. Untuk itu, kami sarankan agar Anda memeriksakan diri secara langsung ke dokter.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar konstipasi. Semoga bermanfaat. 

0 Komentar

Belum ada komentar