Sukses

Seputar Gejala Premenopause

15 Aug 2018, 13:20 WIB
Wanita, 42 tahun.

Misi dok.. Numpang tanya.. Saya kan tidak haid selama 2 tahun. Sempat ke dokter setahun yg dan di USG,rahim saya memang mengecil. Dan di vonis premenopause. Tapi saya tidak mengalami gejala2 itu. Bahkan urusan hub suami istri tetap berjalan. Dan kadang libido saya tinggi. Kalaupun sedang drop or cape, pasti rasa malas ,adalah untuk hub.. Bahkan, saya mengalami keputihan, tapi tidak berbau kok. Normal aja , sama seperti mau haid or selesai haid.. Yg biasa saya alami. Pertanyaan saya adalah; apakah saya menopose dini atau gangguan hormonal? Apakah bisa di sembuhkan dok,dengan terapi hormonal?..ketika saya ke dokter , saya di beri obat memang, trus haid. Nah setelah itu langsung mandek lagi, sampai sekarang dok. .. Mohon penjelasannya..terima kasih

Halo, terima kasih karena Anda telah menggunakan fitur tanya dokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Kami akan menjelaskan mengenai gejala perimenopause.

Menopause adalah tidak terjadinya periode menstruasi selama 12 bulan akibat dari tidak aktifnya folikel sel telur. Usia rata-rata menopause berkisar 43 – 57 tahun. Selain itu, faktor keturunan juga berperan disini, seorang wanita akan mengalami menopause pada usia tidak jauh berbeda dari ibunya.

Gejala-gejala perimenopause di antaranya adalah :

Perubahan periode menstruasi (memendek/memanjang, lebih banyak/lebih sedikit atau tidak menstruasi sama sekali)

Hot flashes

Keringat malam

Kekeringan pada vagina

Gangguan tidur

Perubahan mood (depresi, mudah tersinggung)

Nyeri ketika bersanggama

Infeksi saluran kemih

Inkontinensia urin (tidak mampu menahan keluarnya air seni)

Tidak berminat pada hubungan seksual

Peningkatan lemak tubuh di sekitar pinggang

Bermasalah dengan konsentrasi dan daya ingat

 

Untuk memastikan apakah Anda mengalami menopause perlu dilakukan lagi pemeriksaan lebih lanjut ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan. 

Yang terpenting saat ini adalah penerapan pola hidup sehat untuk mengruangi gejala, yaitu:

Makan makanan sehat yang rendah lemak, tinggi serat;asupan kalsium cukup,hindari rokok dan batasi konsumsi kafein

Olahraga teratur minimal 30 menit 3x/hari

Usahakan lebih rileks, kurangi stress (seperti dengan meditasi atau yoga).

Terapi hormonal. Kontrasepsi oral (pil) sering digunakan untuk pengobatan pada tahapan perimenopause meskipun wanita tersebut tidak memerlukannya untuk tujuan kontrasepsi. Dosis rendah pil kontrasepsi mengurangi gejala hot flashes, kekeringan pada vagina, dan sindroma premenstruasi. Terapi hormonal tersedia dalam berbagai macam bentuk, diantaranya adalah tablet atau patch yang ditempelkan ke kulit, Hormon Replacement Therapy (HRT), dan terapi hormonal lokal (vagina).

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

    0 Komentar

    Belum ada komentar