Sukses

Disfungsi Ereksi dan Vacum Penis

15 Aug 2018, 09:05 WIB
Pria, 31 tahun.

Halo dok. Saya seorang pria dengan pola hidup yang sehat (no rokok, alkhohol) dan saya rutin olahraga (3-4 kali seminggu) Cuma saya memiliki masalah impotensi, hal ini terjadi baru-baru ini sekitar 3-4 minggu. Jadi sedari pagi (bangun) sampai malam, penis saya sulit berdiri, namun saat tidur terkadang berdiri (perkataan istri saya) Namun saat dicoba penetrasi tidak cukup lama ereksi nya. Ada kemungkinan karena stress ditempat kerja, namun saya pun sudah menyelesaikan asal muasal stress tersebut. Namun tetap saja impotensi itu terjadi. Yang ingin saya tanyakan, apa terapi yang baik untuk saya lakukan.. Saya ada membaca tentang vakuumpenis agar aliran dari mengalir kepenis dan terjadi ereksi.. Apakah hal ini aman dok ?

Terima kasih telah mengajukan pertanyaan mengenai vacuum penis melalui fitur tanya dokter. 

Pompa penis memang dapat “menarik” aliran darah ke penis dan menyebabkan organ vital tersebut tampak lebih besar. Namun, perbesaran yang terjadi hanya bersifat sementara dan terdapat efek samping seperti pembengkakan dan rusaknya jaringan elastis di organ vital tersebut,

Tak berhenti di situ, ternyata ada pula efek samping lain yang mungkin timbul akibat tindakan memperbesar penis dengan pompa vakum. Beberapa efek samping tersebut, di antaranya:

· Tanda biru hingga kehitaman pada penis

Vakum penis dapat meninggalkan bekas lebam berwarna biru hingga kehitaman pada penis. Meski tidak menimbulkan keluhan nyeri atau sakit, keadaan ini bisa sangat mengganggu penampilan penis.

· Kekuatan ejakulasi lebih lemah

Tarikan vakum pada penis dapat merusak struktur jaringan di area vital tersebut. Alhasil, sperma yang keluar dari penis akan memiliki kekuatan yang lebih rendah. Meski begitu, keadaan ini umumnya tidak menimbulkan keluhan nyeri dan tidak mengganggu kenikmatan orgasme itu sendiri.

· Ereksi menjadi tidak optimal

Seperti diketahui, memperbesar penis dengan pompa vakum dapat menyebabkan kerusakan struktur jaringan dan pembuluh darah yang ada di penis. Jika kerusakan tersebut tidak segera diatasi dan terus berlanjut hingga makin parah, penis tidak dapat berereksi secara optimal. Malah, bukan tak mungkin akan berujung pada impotensi alias tak bisa ereksi sama sekali, atau penis mati rasa (baal). 

 

Gangguan ereksi dapat disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah :

Kelainan pembuluh darah

Kelainan persarafan

Obat-obatan

Kelainan pada penis

Masalah psikis yang mempengaruhi gairah seksual.

Agar bisa tegak, penis memerlukan aliran darah yang cukup. Karena itu gangguan aliran darah dapat menyebabkan gangguan ereksi. Kerusakan saraf akibat diabetes melitus, alkohol, obat-obatan, juga dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi. Bahan kimiawi rokok juga mempengaruhi aliran darah, sehingga dapat juga berkontribusi pada gangguan ereksi ini. Sekitar 25% kasus impotensi disebabkan oleh obat-obatan yaitu jenis obat antihipertensi, anti depresi, anti psikosis, obat penenang, simetidin, dan litium.

Psikis seperti depresi, kecemasan, stres, perasaan bersalah, perasaan takut akan keintiman, dll juga menyumbang cukup besar penyebab dari gangguan ereksi. Diperlukan evaluasi lengkap dengan tambahan pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan sesuai kecurigaan penyebab. Nutrisi yang dapat membantu mengatasi gangguan ereksi Anda adalah zinc dan kalsium. Jangan minum sembarang obat kuat tanpa pengawasan dokter guna menghindari efek samping yang dapat merugikan kesehatan tubuh.

Untuk melakukan pengobatan diharuslah terlebih dahulu dicari apa penyebabnya. Pada kasus disfungsi ereksi (DE) karena gangguan organis (gangguan fisik/anatomis), terapi yang dilakukan umumnya adalah pembedahan atau obat-obatan.

Untuk DE yang disebabkan karena gangguan psikologis (yang terutama banyak terjadi), pada umumnya tidak diperlukan pembedahan. Untuk mengatasinya terutama haruslah dicari apa faktor pencetusnya (stress, kelelahan, pasangan yang menuntuk, narkotika, dll). Setelah didapatkan faktor pencetus, barulah diperbaiki dan dibantu dengan alat atau obat. Tanpa mengetahui apa penyebabnya, kasus DE akan berulang lagi meskipun sudah sembuh (dengan bantuan alat ataupun obat). Disfungsi ereksi karena faktor psikis memiliki angka kesembuhan yang baik apabila ditatalaksana secara adekuat. Oleh karena itu, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis urologi atau andrologi untuk melakukan pemeriksaan agar diketahui penyebab yang mendasarinya serta dapat dilakukan terapi yang sesuai.

 

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

    0 Komentar

    Belum ada komentar