Sukses

Fobia Tempat Sempit
14 Aug 2018, 13:21 WIB
Pria, 22 tahun.

Halo dok saya mau bertanya, kenapa jika saya memasuki tempat tertentu seperti parkir basement atau kamar terlalu tertutup (tidak ada jendela sama-sekali) saya selalu merasa cemas ya, kadang juga disertai rasa jatung yang berdebar-debar. memang tidak begitu berpengaruh terhadap kegiatan saya, namun saya khawatir jika semakin lama rasa cemas ini semakin parah. apakah ada solusinya?

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah bertanya tentang fobia tempat sempit di Tanya Dokter,

Kemungkinan yang Anda alami adalah klaustrofobia/ fobia tempat sempit. 

Klaustrofobia merupakan salah satu jenis fobia, di mana seseorang memiliki rasa takut yang berlebih terhadap tempat tertutup. Secara umum, merasa takut saat terperangkap sebenarnya merupakan hal yang normal –dengan catatan bila terdapat ancaman yang benar adanya. Akan tetapi, orang dengan klaustrofobia dapat merasakan ketakutan pada situasi berada di ruang tertutup tanpa terdapatnya tanda bahaya yang jelas atau realistis.

Orang dengan klaustrofobia umumnya akan mengambil langkah-langkah untuk menghindari ruang tertutup –seperti lift, terowongan, kereta bawah tanah, toilet umum, dan beberapa tempat tertutup sempit lainnya. Namun, menghindari tempat-tempat tersebut sering kali justru memperburuk rasa takut yang dialami.

Sebagian orang dengan klaustrofobia mengalami ansietas yang ringan saat berada di tempat tertutup, dan sebagian lainnya dapat mengalami ansietas yang berat dan bahkan serangan panik. Perasaan yang paling sering dialami adalah rasa takut akan kehilangan kendali.

Terdapat banyak situasi atau perasaan berbeda yang dapat memicu terjadinya klaustrofobia. Bahkan, berpikir mengenai situasi tertentu tanpa terekspos terhadap situasi tersebut secara langsung dapat menjadi pemicu.

Beberapa pemicu dari klaustrofobia adalah:

LiftTerowonganKereta bawah tanahPintu berputarToilet umumMobil dengan kunci sentralTempat cuci mobil otomatisRuang ganti di pusat perbelanjaanKamar hotel dengan jendela yang tertutupPesawat terbangMesin pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI)Klaustrofobia sering kali disebabkan oleh kejadian traumatik yang dialami pada masa kanak-kanak. Misalnya, orang dewasa dapat mengalami klaustrofobia bila pada masa kanak-kanak mereka pernah mengalami terperangkap atau dikurung di tempat tertutup, mengalami bullying atau pelecehan, atau memiliki orang tua dengan klaustrofobia.

Sebagian besar orang dengan klaustrofobia mengetahui bahwa mereka mengalami kondisi tersebut. Sebagian besar orang yang hidup dengan klaustrofobia tidak terdiagnosis secara formal, namun mencegah timbulnya keluhan dengan menghindari ruang tertutup. Akan tetapi, memperoleh penanganan dari dokter atau tenaga profesional yang berkompetensi dalam melakukan terapi perilaku dapat membantu meringankan keluhan.

Klaustrofobia dapat ditangani dengan baik, dengan secara bertahap diekspos terhadap situasi yang menyebabkan timbulnya rasa takut tersebut. Hal ini disebut sebagai terapi desensitisasi, dan dapat dilakukan sendiri maupun dengan bantuan tenaga profesional.

Terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioural therapy (CBT) sering kali sangat efektif pada individu dengan fobia. Terapi ini merupakan jenis terapi yang mengeksplorasi pikiran, perasaan, dan perilaku seorang individu serta mengembangkan cara praktis untuk menyikapi fobia dengan efektif.

Demikianlah penjelasan kami tentang fobia tempat sempit. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar