Sukses

Tuberkulosis Paru Berulang

14 Aug 2018, 11:37 WIB
Wanita, 19 tahun.

Selamat malam Dok .. Dok saya mau tanya.. Saya kan mengalami batuk sudah hampir satu bulan sudah d periksa d puskesmas obatnya abis ttep aja batuk beli obat batuk d apotik 2kali ttep aja batuk.trus d periksa lagi d dr. avisena batuknya masih ttp ada..saya bingung dok klau harus minum obat trua tpi gk jelas batuknya masih ada aja smpe skrang.. Skarang saya kerja d pabrik apa ada pengaruh dri udara yng d hirup..oh iya dok saya emng tahun lalu sekitar tahun 2016 an saya pernah terkena paru2 dan berobat 6 bulan dan saya minum obatnya sampe tuntas dan d nytakan sembuh.. Apakah mungkin bisa jdi penharuh sakit yang d derita dulu dok .... Tolong dok jawabannya

Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terima kasih telah bertanya seputar Tuberkulosis Paru Berulang menggunakan fitur Tanya Dokter

Kami memahami kekhawatiran Anda. Benar sekali, bila batuk lebih dari 2 minggu dapat memunculkan kecurigaan munculnya tuberkulosis paru kambuh. Namun sebelum menyimpulkannya, harus didahului dengan berbagai pemeriksaan fisik dan penunjang.

Tuberkulosis paru adalah tuberkulosis yang menyerang jaringan parenchyma paru, sebab itu TB pada selaput paru (pleura) atau TB pada kelenjar hilus dianggap sebagai TB Ekstra Paru. Bila penderita TB paru juga bisa mengalami TB Ekstra Paru, maka untuk kepentingan pencatatan maka penderita tersebut hanya dicatat sebagai penderita TB paru. Berdasarkan hasil pemeriksaan dahak, TB paru dapat dibagi menjadi :

TB paru BTA positif, yaitu bila sekurang-kurangnya 2 dari 3 pemeriksaan sediaan dahak SPS hasilnya positif atau sediaan dahak hasilnya BTA positif dan pemeriksaan foto rontgen dada menunjukkan gambaran tuberkulosis aktif.TB paru BTA negatif rontgen positif, yaitu bila semua sediaan dahak SPS hasilnya negatif tapi foto rontgen ada menunjukkan gambaran TB aktif. TB paru BTA negatif rontgen positif dibagi berdasarkan tingkat keparahan penyakitnya, yaitu bentuk berat dan ringan. Bentuk berat bila gambaran foto rontgen dada memperlihatkan kerusakan paru yang luas, seperti adanya proses milier dan atau keadaan umum penderita buruk.Apakah pengobatan Anda sebelumnya dikatakan sembuh?

TB paru dapat disembuhkan, hal ini bergantung pada kepatuhan penderita terhadap pengobatan yang memang berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

Namun, Penyakit ini dapat kambuh jika imunitas (daya tahan) tubuh seseorang menurun dan juga orang tersebut menjalankan pola hidup yang tidak sehat. Hal ini didukung apabila anda menunjukkan gejala yang sama dengan gejala khas TB Paru, seperti; Batuk lama (lebih dari 2 minggu) tanpa atau disertai dahak dengan darah, penurunan nafsu makan, berat badan menurun, demam malam hari, keringat malam hari, didukung dengan hasil temuan pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang rontgen dada atau pemeriksaan dahak. 

Pengobatan TB memang membutuhkan kedisiplinan dan waktu yang panjang. Hingga kini, belum ada obat TB terbaru yang dapat menyembuhkan TB dalam waktu yang singkat. Seseorang dengan TB harus menuntaskan pengobatan yang lama tersebut hingga benar-benar dinyatakan terbebas dari penyakit TB. Lama  pengobatan TB pada penderita dapat berkisar 6- 9 bulan, tergantung dari jenis TB dan respon penderita terhadap pengobatan. Sejauh ini, jenis obat TB yang efektif memang kombinasi dari penggunaan empat obat-Rifampisin, INH, Pirazinamid, dan Etambutol, ditambah dengan suntikan Streptomisin pada mereka yang tergolong dalam Penderita TB kategori 2 ( pasien kambuh, gagal ataupun dengan riwayat pengobatan terputus).

Kami sarankan Anda kembali berobat kepada dokter dan menceritakan riwayat penyakit tuberkulosis (dengan pengobatan 6 bulan) serta apa yang Anda alami saat ini. Bila Anda menceritakan riwyat kesehatan dengan lengkap, maka hal itu akan membantu petugas kesehatan untuk memberikan penanganan yang tepat juga.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan seputar tuberkulosis paru berulang. Semoga bermanfaat.

Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar